Arsip Tag: batam

Tak Lekang Waktu

FastFood Effect

FastFood Effect

“Kita lawan Fast Food dengan Slow Food”, begitu kira-kira kampanye yang dirintis Carlo Petrini, seorang jurnalis asal Italia yang terusik dengan makin maraknya serbuan fast food di seluruh belahan bumi pada tahun 1986. Petrini boleh berbangga saat ini, karena telah begitu banyak restoran penyedia slow food yang dapat bersaing dengan gempuran fast food yang dianggap Petrini sangat merusak itu.

Kini, kerja keras itu tergambar di salah satu gerai Ayam Goreng Fatmawati di Batam. Seorang publik figur dengan bangga bersantap bersama teman-temannya di Ayam Goreng Fatmawati cabang Nagoya Hil. Bukan cuma itu, “

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun” yang getol mengkampanyekan GoGreen, cinta lingkungan, cegah pemanasan global melalui aksi panggung-nya dalam sebuah pentas musik, tak ragu menyantap hidangan Ayam Goreng Fatmawati yang diolah dari bahan alami yang segar dan terjaga kualitasnya.

Jika para pembaca pernah nonton salah satu episode Oprah Winfrey Show di MetroTv, seorang ahli diet bahkan menerapkan kamus yang sangat sederhana untuk menjaga pola makannya agar tetap sehat. “Tanya nenek Anda, apakah nenek Anda mengetahui ada makanan tersebut saat usianya masih muda? Jika tidak, hampir dapat dipastikan bahwa makanan tersebut telah mengalami pengolahan yang menurunkan nilai nutrisi, penambahan bahan tambahan kimia dan lain-lainnya. Kesimpulannya, segera kurangi mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak Nenek Anda kenal tersebut

Deni Malik @ Nagoya Hill

Deni Malik @ Nagoya Hill

Sungguh sesederhana itu, tapi maknanya sungguh dalam. Nenek moyang kita yang belum mengenal pengawet, pewarna buatan, bahan sintetis atau apapun namanya yang ditambahkan pada saat pengolahan makanan, bukan hanya bertujuan memenuhi nafsu makannya, tetapi juga tanpa sengaja dengan pengalaman yang dimilikinya, segala khasiat dari racikannya masuk ke dalam tubuh. Masakan leluhur memang tak pernah membosankan, tak akan pernah lekang waktu, karena itu suatu hal yang sangat wajar jika kita mulai kembali ke masakan tradisi.

Hubungan Erat AGFI & Customer

Komentar Ibu Lia

Komentar Ibu Lia

Senin, 23 November 2009 adalah hari yang begitu membahagiakan bagi segenap keluarga besar Ayam Goreng Fatmawati. Bagaimana tidak, saat itu seorang Ibu Lia Noormanto dari Batam bercerita tentang begitu fanatiknya beliau terhadap masakan Ayam Goreng Fatmawati. Mulai dari diri sendiri, keluarga bahkan rekan kantor menjadi objek untuk diajak bersantap di Ayam Goreng Fatmawati yang saat ini ada tiga lokasi di Batam : Sukajadi, Nagoya Hill dan Mega Mal Batam. Dan yang terpenting, bukan hanya semata-mata berhasil mengajak, tetapi yang diajakpun merasa puas dengan masakan Ayam Goreng Fatmawati.

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Karena peduli yang amat sangat terhadap Ayam Goreng Fatmawati Ibu satu ini rela juga memberikan masukan dan saran dengan dalih “demi kebaikan bersama”. Konsumen sepeti inilah yang dibutuhkan oleh sebuah usaha restoran, rtanpa pamrih merekomendasikan kepada orang lain (kata Hermawan Kartajaya, seperti ‘evangelist’), namun juga tidak lantas pergi begitu saja dan menyebarluaskan kepada teman-teman jika menemukan kekurangan. Beliau bersedia menjadi “friend” Ayam Goreng Fatmawati di Facebook, lalu menumpaahkan segala kritik dan keluhannya kepada kami, bukan kepada orang lain. Sungguh luar biasa dan sangat beruntungnya kami mempunyai konsumen seperti ibu Lia Noormanto ini.

Terima kasih Ibu Lia Noormanto atas kesetiaannya bersantap di AAyam Goreng Fatmawati dan kritik membangunnya. Semoga kita bisa maju bersama.