Meningkatkan Keuntungan Restoran

Hampir dalam setiap presentasi mengenai peluang franchise Ayam Goreng Fatmawati saya selalu menyampaikan tahapan pencapaian restoran Ayam Goreng Fatmawati dalam kaitannya dengan upaya memperbesar keuntungan, sebagai berikut :
  1. Menjaga kualitas makanan dan service Pada prinsipnya brand Ayam Goreng Fatmawati sudah cukup kuat dibandingkan brand lainnya yang mengusung masakan tradisional, jika lokasi AGF di foodcourt, sehingga sering menjadi pilhan bagi calon konsumen. Pada bulan-bulan pertama restoran beroperasi, omset yang datang adalah murni dari pengunjung restoran/outlet yang datang. Sehingga upaya yang perlu dilakukan adalah menjaga kualitas makanan dan kualitas service. Dua faktor ini adalah penentu kesuksesan bagi bisnis jasa restoran untuk tetap bertahan dan mendapatkan penjualan dengan baik. Tingkat peningkatan omset cenderung lambat, karena sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan daya tarik lokasi (pusat perbelanjaan, design restoran, suasana yang nyaman, dll) untuk menarik orang, sehingga diantara pengunjung yang datang kita bisa mengharapkan sebagian berkunjung dan bersantap di Ayam Goreng Fatmawati. Dengan kondisi demikian, secara otomatis pertumbuhan laba juga akan cenderung dibatasi oleh kemampuan daya tarik lokasi tersebut. Satu-satunya yang bisa diharapkan untuk menarik orang mampir di restoran adalah rekomendasi dari customer yang puas dengan makanan dan service yang mereka terima. Dan promosi semacam word of mouth inilah yang paling efektif, walaupun jika belum dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat sedikit.
  2. Efisiensi dan cost control Tahap kedua setelah menjaga kualitas makanan dan service, upaya untuk meningkatkan laba adalah dengan menilik kembali ke dalam operasional restoran. Efisiensi dalam penggunaan fasilitas Efisiensi bukan berarti tidak boleh menggunakan fasilitas restoran seperti ; telpon, listrik, air, gas dll, untuk kelancaran operasional restoran. Namun penggunaannya harus dikontrol supaya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Kasus yang sering ditemui adalah sebagai berikut : ? Penggunaan telpon untuk kepentingan restoran, tapi tidak berbicara langsung kepada kepentingan dan cenderung ?ngobrol?, atau bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi. ? Pencuci piring lupa menutup kran setelah selesai mencuci, atau kran sedikit terbuka. ? Kompor dibiarkan menyala dengan api besar saat tidak dipergunakan untuk memasak
  3. ? Pada saat restoran tutup, lampu lupa dimatikan Analisa kemungkinan-kemungkinan terjadinya kebocoran : ? Pembelian. Apakah harga pembelian sudah reasonable dengan kuantity yang tepat sesuai dengan order?Apakah bahan baku yang telah dibeli dipisahkan antara kebutuhan customer dengan kebutuhan catering karyawan (jika disediakan catering dari dalam)? ? Stock Control Analisa apakah ada kejanggalan dalam pencatatan stock ? Apakah ada makanan waste yang tidak masuk akal? Jika terjadi waste yang berlebihan, berarti kurang tepat dalam memprediksi kebutuhan restoran, sehingga bahan baku berlebihan dan tidak terjual. ? Cocokan captain order, transaksi pada mesin cash register atau Point Of Sales System, Stock barang dan uang cash yang ada. Dengan adanya efisiensi, walaupun penjualan belum meningkat, namun diharapkan dari sisi biaya bisa diminimalkan, sehingga rasio antara biaya dengan penjualan bisa ditekan yang pada akhirnya bisa meningkatkan laba.
  4. Promosi Dalam semua industri baik produk maupun jasa, memerlukan marketing, promosi dan sales untuk terus dapat mempertahankan kelangsungan operasional dan memperoleh keuntungan dari operasional perusahaan. Dalam industri jasa restoran, paling tidak ada 3 (tiga) tujuan utama dilakukannya promosi, antara lain : Meningkatkan tingkat kunjungan customer terhadap restoran, Meningkatkan penjualan melalui delivery order serta memperbesar peluang untuk mendapatkan pesanan buffet dari customer corporate yang telah loyal. Meningkatkan tingkat kunjungan Salah satu tujuan dari promosi adalah untuk memperkenalkan keberadaan restoran yang kita kelola terhadap masyarakat, memberikan keterangan mengenai menu yang disediakan dan jenis layanan yang disediakan oleh suatu restoran terhadap customernya yang meliputi dine in, take away, delivery order sampai dengan buffet. Restoran Ayam Goreng Fatmawati sering dianggap sebagai restoran yang hanya menyediakan masakan olahan ayam, padahal sebenarnya Ayam Goreng Fatmawati merupakan restoran masakan Indonesia yang menyediakan berbagai olahan ayam, daging sapi, seafood, gorengan, aneka pepes, aneka sop dan sayuran, lalap dengan aneka sambal dan masih banyak menu special lainnya seperti nasi bakar. Karena itu, perlu komunikasi kepada calon customer mengenai berbagai keunggulan ini sehingga calon customer tertarik untuk datang ke lokasi restoran. Menggarap delivery order Delivery order makanan tradisional Indonesia mempunyai potensi yang sangat bagus untuk dijalankan setiap hari, karena pada umumnya orang Indonesia tidak akan merasa bosan makan makanan Indonesia setiap hari, apalagi variasi menu yang dimiliki Ayam Goreng Fatmawati cukup beragam. Oleh karena itu, dengan menjemput bola melalui sales call ke perkantoran, perumahan, apartemen dll, memperbesar memungkinkan adanya peningkatan penjualan melalui delivery order.
    Buffet Perkantoran yang cukup berkelas biasanya meminta kepada penyedia jasa makanan untuk menyediakan buffet (prasmanan) di kantornya, sehingga konsep delivery order tidak lagi dapat dipenuhi. Oleh karena itu, untuk beberapa client pelanggan jasa delivery yang minta untuk disediakan buffet, Ayam Goreng Fatmawati bisa memodifikasi layanan dengan metode ini untuk memenuhi kebutuhan customer tanpa harus mengorbankan konsep Ayam Goreng Fatmawati sebagai restoran.
Jika kesemua program dijalankan dengan baik, niscaya pendapatan restoran tidak ada hentinya. Akhirnya omset meningkat dan labapun meroket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *