Archive for December, 2009

KOTA Sentani sebagai Ibukota Kabupaten Jayapura beberapa tahun terakhir ini menunjukan, pertumbuhan yang sangat pesat. Selain pertumbuhan penduduknya, perkembangan usaha ekonomi dan kepercayaan investor untuk mengembangkan usaha di Kota Sentani juga meningkat cukup tajam. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya ruko, dan satu mall terbesar besar Sentani City Square (SCS), yang bisa dikatakan lebih besar dari mall-mall yang ada di Ibukota Provinsi Papua, Kota Jayapura. Sejumlah usaha dan produk branded atau bermerk yang biasa ada kota-kota besar di Jawa, saat ini juga sudah mudah untuk di dapati di Kota Sentani. Masyarakat Papua, khususnya kota Jayapura, tak perlu jauh-jauh ke Jawa, hanya untuk membeli satu produk tertentu, karena hampir semua sudah bisa ditemukan di Sentani (Radar Timika).

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Setelah membuka cabang di Nangroe Aceh Darussalam, Bengkulu, Pontianak, Bali, Restoran Ayam Goreng Fatmawati (AGF) mengukuhkan diri sebagai restoran franchise yang bercita-cita dapat melayani seluruh masayarakat Indonesia dimanapun berada. Saat ini memang tak hanya penduduk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan kota-kota tersebut di atas. AGF kini hadir di Sentani City Square untuk melengkapi alternatif kuliner di Papua, terutama di Sentani dan sekitarnya. AGF hadir dengan pilihan menu masakan tradisional dengan cita rasa dan kualitas service standard service excellent.

Interior, furniture, lighting dan layout-pun kami design khusus untuk masyarakat Papua yang heterogen, mulai dari penduduk asli, pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ekspatriat yang merupakan professional di beberapa perusahaan besar di Papua dapat dengan nyaman menikmati menu-menu special AGF di Sentani City Square.

Kami berkeyakinan bahwa AGF dapat diterima dengan baik di Sentani. Karena itu, selain melayani konsumen yang datang langsung ke lokasi restoran, kami juga melayani jasa delivery order lewat nomor telpon ?0967-593 261. Jadi, jangan khawatir jika kesibukan di kantor tidak bisa ditinggalkan sementara, lantas kesempatan menikmati menu-menu AGF terlewatkan. Tinggal angkat telpon, sebutkan pesanan Anda, lalu kamipun meluncur ke lokasi untuk mengantarkan pesanan Anda.

Tags: , , , , ,

admin December 22nd, 2009      No Comments »

Seru Memilih

Seru Memilih

Itulah gambaran 4 orang yang berteman (yang satu sedang pegang kamera), saat makan di Ayam Goreng Fatmawati cabang Jl. Kedunghalang No. 168 Bogor ini. Mereka bertiga mulai memesan makanan dengan cara “Memilih” sendiri apa yang akan mereka santap pada siang yang lapar itu. Pilihanpun jatuh pada ayam, bakwan jagung, lalap, sambal, tempe, pepes jamur, cumi dan untuk memuaskan nafsu makan yang menggelora, masing-masing memesan 1 porsi sop iga yang harganya tak lebih dari Rp. 15.000,- per porsi, jauh lebih murah dibandingkan di restoran lainnya.

Santap, Sampai Mulut Penuh

Santap, Sampai Mulut Penuh

Menunggu sebentar, makananpun tiba di hadapan. Kontan meja yang berukuran 1,2 x 1,2 meter itupun langsung sesak dengan piring, mangkuk, gelas dan botol yang berisi makanan dan minuman yang barusan dipesan. Setelah berrdo’a, tangan-tangan terampil merekapun mulai tertuju pada hidangan itu untuk kemudian suap demi suap mulai ngisi rongga perut yang saat itu sedang lapar kronis. Kombinasinya begitu pas, sehingga tak terasa di atas piring hanya tinggal meninggalkan logo Ayam Goreng Fatmawati di salah satu sisinya. Makanannya sudah ada di perut kami masing-masing.

Tuan Kucing Marah Besar Nih...

Tuan Kucing Marah Besar Nih...

Tak ada kekhawatiran menyantap semuanya, karena jeruk hangat mengakhiri santap siang kami saat itu. Sop iga tanpa lemak yang barusan kami santap, pasti luruh dengan asam segarnya jeruk hangat, apalagi kombinasi wortel dan lalap segar lainnya. Dijamin sehat pencernaan kita…

Pak…Bu…sebelum dibereskan dan dirapihkan piring-piring kotornya, ayo kita foto dulu untuk menggambarkan betapa nikmat dan lahapnya makan di Ayam Goreng Fatmawati. Tuh lihat, kucingpun tak akan kebagian…

Tags: , , , , , , ,

admin December 21st, 2009      No Comments »

Selamat & Sukses atas dibukanya

AYAM GORENG FATMAWATI
CABANG KEDUNG HALANG-BOGOR
Ruko BBC, Jl. Kedung Halang No. 168 Bogor,
Delivery Order. 0251-865 3442

Nikmati Discount 20%

selama masa promo sampai dengan Minggu, 20 Desember 2009

Tags: , , ,

admin December 14th, 2009      No Comments »

RT : Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan….

@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

“Kenyang, abis makan Ayam Goreng Fatmawati” Demikianlah status yang ditulis seorang customer Ayam Goreng Fatmawati dalam status-nya di media jejaring sosial UberTwitter berikut ini…

"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

Tags: , , , , ,

admin December 14th, 2009      No Comments »

FastFood Effect

FastFood Effect

“Kita lawan Fast Food dengan Slow Food”, begitu kira-kira kampanye yang dirintis Carlo Petrini, seorang jurnalis asal Italia yang terusik dengan makin maraknya serbuan fast food di seluruh belahan bumi pada tahun 1986. Petrini boleh berbangga saat ini, karena telah begitu banyak restoran penyedia slow food yang dapat bersaing dengan gempuran fast food yang dianggap Petrini sangat merusak itu.

Kini, kerja keras itu tergambar di salah satu gerai Ayam Goreng Fatmawati di Batam. Seorang publik figur dengan bangga bersantap bersama teman-temannya di Ayam Goreng Fatmawati cabang Nagoya Hil. Bukan cuma itu, “

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun” yang getol mengkampanyekan GoGreen, cinta lingkungan, cegah pemanasan global melalui aksi panggung-nya dalam sebuah pentas musik, tak ragu menyantap hidangan Ayam Goreng Fatmawati yang diolah dari bahan alami yang segar dan terjaga kualitasnya.

Jika para pembaca pernah nonton salah satu episode Oprah Winfrey Show di MetroTv, seorang ahli diet bahkan menerapkan kamus yang sangat sederhana untuk menjaga pola makannya agar tetap sehat. “Tanya nenek Anda, apakah nenek Anda mengetahui ada makanan tersebut saat usianya masih muda? Jika tidak, hampir dapat dipastikan bahwa makanan tersebut telah mengalami pengolahan yang menurunkan nilai nutrisi, penambahan bahan tambahan kimia dan lain-lainnya. Kesimpulannya, segera kurangi mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak Nenek Anda kenal tersebut

Deni Malik @ Nagoya Hill

Deni Malik @ Nagoya Hill

Sungguh sesederhana itu, tapi maknanya sungguh dalam. Nenek moyang kita yang belum mengenal pengawet, pewarna buatan, bahan sintetis atau apapun namanya yang ditambahkan pada saat pengolahan makanan, bukan hanya bertujuan memenuhi nafsu makannya, tetapi juga tanpa sengaja dengan pengalaman yang dimilikinya, segala khasiat dari racikannya masuk ke dalam tubuh. Masakan leluhur memang tak pernah membosankan, tak akan pernah lekang waktu, karena itu suatu hal yang sangat wajar jika kita mulai kembali ke masakan tradisi.

Tags: , , , , ,

admin December 8th, 2009      No Comments »

Delicious Restaurant designed by Free Wordpress Themes | Wordpress Themes | Hosting und Webspace