Arsip Kategori: Lokasi

Order dari Ho Chi Minh City

Dikunjungi dari Mancanegara

Dikunjungi dari Mancanegara

Tadi malam, saya bersama dengan tim sales pulang malam. Lembur menyiapkan sales kit untuk besok. Belum sempat turun makan, jadi perut agak ‘keroncongan’. Tanggung, setelah selesai aja baru kita makan sate di samping kantor, pasti enak.

Printer terus bekerja sambil sesekali minta ditambah infus tintanya, kring…kring…..kring telponpun berdering. Ah…biasa, salah sambung sepertinya. Malam-malam begini ada telpon masuk. Atau mungkin salah pencet nomer ekstensi, karena memang kantor PT. AGFI berlokasi di Hotel Bintang Empat yang juga ada beberapa perusahaan berkantor disana.

Begitu diangkat, ohh…rupanya customer yang akan pesen lunchbox dan buffet di Puncak-Bogor. Seperti biasa, kami melayani dengan senang hati dan memberikan penjelasan. Kamipun minta data customer tersebut, dan beliau hanya memberikan alamat e-mail. Kemudian kami minta nomor yang bisa dihubungi dan beliau berkata “+84 XXX” Oops, darimana ini…Rupanya customer dari Vietnam (Belakangan kami ketahui setelah trace kode negara ke 108) ini sebelumnya berlabuh di blog ini sebelum menghubungi PT. AGFI untuk memesan lunch box dan buffet-nya saat beliau pulang ke Indonesia dan jalan-jalan ke Puncak Bogor.

Konsumen Ayam Goreng Fatmawati memang bisa darimana saja, apalagi setelah 3 tahun lalu kami membuka restoran di Central Stair Bandara Soekarno Hatta, praktis informasi mengenai Ayam Goreng Fatmawati untuk seluruh Indonesia semakin melebar. Ada Ibu Aprilya Afif yang berlangganan di AGF Maliobor Mall, ada Pak Aris; seorang dosen yang rela menunggu satu bulan sekali bersantap di AGF Bandung Supermal saat dapat jadwal pulang dari Medan, ada Muhammad Riviansyah; seorang atlet volly nasional yang gemar makan di AGF salah satu foodcourt di pusat perbelanjaan di Jakarta, Pak Erang; seorang entepreneur peternakan di Bandung yang menilai masakan Fatmawati jauh lebih lezat dibandingkan yang lainnya, bahkan ada customer yang tergiur saat melihat salah satu karyawan toko sedang bersantap begitu nikmatnya kemudian langsung memesannya di AGF Pasar Festival. Terima kasih para pelanggan, kami ada untuk Anda semua. Dan kami terus berupaya untuk memenuhi harapan Anda di Ayam Goreng Fatmawati.

Ibu Aprilya Afif Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Facebook adalah salah satu situs jejaring pertemanan yang saat ini paling digemari. Tak hanya bisa menghubungkan antara satu teman dengan teman yang lain, kerabat dengan saudara yang lain yang sudah lama tidak bertemu, tapi facebook sudah menjadi situs yang banyak digunakan sebagai media mengaktualisasi diri dan mempromosikan diri.

Barrack Obama adalah presiden yang dijuluki sebagai presiden pertama di era internet. Mengapa demikian? Karena tim sukses Obama benar-benar sukses memanfaatkan media internet untuk mengkampanyekan program-program yang diusung sang calon presiden AS. Bahkan Obama merekrut salah satu perintis Facebook untuk membuatkan dia account dan halaman website yang memungkinkan interaksi yang intens anatara masyarakat pendukungnya dengan Obama. Memang luar biasa….

Saya, sebagai admin fatmawati.com, merasa untuk menciptakan situs pertemanan semacam facebook memerlukan pengetahuan pemrograman yang sangat tinggi dan waktu yang lama. Alhasil, saya baru bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengkomunikasikan produk dan layanan yang ada di Ayam Goreng Fatmawati. Hasilnya, seperti posting sebelumnya mengenai Pak Aris, seorang customer yang sangat loyal. Yang rela menungu waktu sebulan sekedar untuk menikmati masakan Ayam Goreng Fatmawati di Bandung Supermal, setibanya dari perjalanan Medan-Soekarno Hatta-Bandung yang serba kebetulan bis angkutan Bandara Soekarno Hatta-Bandung berhenti tepat di depan Bandung Supermal.

Aprilya Afif, Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Aprilya Afif, Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Saat ini kami di-add oleh Ibu Aprilya, seorang customer Ayam Goreng Fatmawati di Jogjakarta, sehingga tercipta percakapan yang menandakan bahwa Ibu Aprilya ini adalah customer loyal Ayam Goreng Fatmawati. Rela mempromosikan Ayam Goreng Fatmawati, padahal kami (PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia) tidak meminta beliau untuk melakukannya. Kami sangat berharap semakin banyak Ibu Aprilya-Ibu Aprilya yang lain dengan semakin puasnya karyawan terhadap apa yang diperolehnya di Ayam Goreng Fatmawati.

Terima kasih Ibu Aprilya atas kesetiaanya selama ini.

Medan-Bandung Dijajal, Demi Ayam Goreng Fatmawati

Petikan percakapan antara Admin Facebook Ayam Goreng Fatmawati (http://www.facebook.com/home.php#/profile.php?id=1752889818&ref=ts) dengan Pak Aris (http://www.facebook.com/profile.php?id=1602057115) yang tinggal di Medan.

Profil Pak Aris

Profil Pak Aris

* Aris : Aduh enaknya hidangan ayam goreng fatmawati… ya sabar menanti lah wong medan, ntar di Bandung ajala makan sepuas-puasnya * Ayam :sering ke Bandung Pak? * Aris : sebulan 1 x om * Ayam :asyik dong pak, sebulan sekali mampir ke AGF di BSM, IP & BIP šŸ™‚ Kpn mulai coba Ayam Goreng Fatmawati Pak? * Aris : lha emang.. klo turun dari Prima Jasa (Jurusan : Bandara Soekarno Hatta – Bandung, red) enaknya ya singgah dulu makan ayamgorengnya, kog pas gitu ya enaknya truz macem pake candu.. * Aris : slalu ketagihan, ayam goreng fatmawati tdk termasuk dalam salah satu jenis Physicotropica kan? * Ayam : hahahah…pastinya tdk dong…. * Ayam : trus klo pulang lg ke Medan, sblum masuk bandara, makan dl di central stair terminal 1A (Ayam Goreng Fatmawati lagi ya….? * Aris : nah.. yang itu yang ga’ dilakui om, tapi bisa aja ntar jadi catatan diagenda he..he.. * Ayam : bisa tuh…, kan sblm ‘kecanduan’-nya dateng pas sebulan di Medan * Aris : Ok.. bisa diatur om… selamat bekerja ya…. * Ayam : sama2 pak

Terima kasih Pak Aris atas setiap kunjungan dan santapan Pak Aris di Ayam Goreng Fatmawati di cabang manapun.

Ayam Goreng Fatmawati Review by The Foodster

We love fried chicken with hot white rice and recently there has been a lot of great Indonesian franchises offering this out there. Fatmawati is the latest in Indonesian restaurant chains, however this particular branch is run by a husband and wife team that is very proud of their food. And yes… you have to try the sup ekor here…

agfmalaysia01

Set Menu

“Now take that kicap manis and squeeze some on the belinjo,” mmm… we are waiting for our food at Fatmawati and stuffing our faces with the keropok belinjo. There’s something addictive about these crackers, crunchy with a bitter edge and then with that dollop of sweet soy sauce… ‘berhantu’ as they call it. Anyway one of the main things you should really have here is the Sup Ekor or Sup Buntut. You can have it normal style in the soup, you can have it deep fried in batter (it’s a little like KFC batter) or you can have it barbecued. The last one, you can’t get it on the menu. Only people in the know, order this. So if you really want to sound like you know what you are talking about, get it barbecued or ‘bakar’.

Soup Ekor Bakar

Soup Ekor Bakar

With this order a side of Nasi Timbel. This rice comes wrapped up in banana leaf and it’s great. There’s not a lot of starch content so it falls in grains- what we call ‘ceroi’. This goes really well with the soup. As for the soup itself it is light but has a lot of flavour. Usually light sup ekor comes swimming in MSG to give it punch. But here they have their balance of flavours right with good marrying of ‘bumbu’ that brings out the flavour of the meat. They also add a bit of fresh tomatoes to get a sour edge to it that is different from Malay sup ekor which usually derives flavour from celery.

Tehbotol, Indonesia's Famous Brand

Tehbotol, Indonesia's Famous Brand

Now the barbecued oxtail comes on the side dripping with flavour. We reckon thay marinate it with kicap manis and some pepper and whack it on the grill so everything seeps deep in. The meat practically falls off the bones. We suspect they boil the meat first in the soup to render it soft before massaging the kicap in and then grilling it on a high flame. Both the barbecued and deep fried versions come on the side so that it does not disturb the subtlety of the soup. So you can eat it in relay, alternating mouthfuls of savoury soup with sweet oxtail meat and rice.

“The barbecued oxtail comes dripping with flavour”

Ayam Penyet = Ayam Kremes

Ayam Penyet = Ayam Kremes

They also have their own version of what is now the infamous ayam penyet. However, they use ayam kampung here so itā€™s smaller but a whole lot tastier. You can have it grilled or fried. We prefer the fried version because itā€™s not too oily and the chicken remains succulent. They also give a bit of crunchy ā€˜rempahā€™ with it. The side sambal that goes with it is killer and coupled with sweet kicapā€¦ damnā€¦

We are starting to really get into Indonesian kicap manis. It just goes great with everything. If you ever get your hands on nasi goreng belacan with cilli padi just a spray of this kicap will take you into another level. Malaysians have nothing on Indonesians when it comes to kicap manis. Some do like the chicken grilled but this version has a very strong taste of coconut to it so we recommend the ayam goreng for first timers.

Soup Ekor

Soup Ekor

Over there they also have great set lunches. If you order the meals ala carte, you have to order the rice separately. Set lunches are fantastic value for money. For RM7.70 you can get the ayam kampung goreng with tempe, tauhu, soup, sambal and a drink. They also have Teh Botol here in a box and thick creamy avocado shakes.

FOODSTERS’ VREDICT Pros: Great bang for your buck Cons: Service a bit erratic during busy times

Address: G-18, Jalan PJU 8/3, Bandar Damansara Perdana, 47820, Petaling Jaya – Malaysia Telephone: 03- 77109158

Source : http://www.friedchillies.com/index.php/site/detail/ayam-goreng-fatmawati

AGF Bandara Rubah Tampilan

bandara4

Tampilan Baru

Setelah beroperasi hampir dua tahun di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta Cengkareng-Tangerang-Banten, Ayam Goreng Fatmawati terus berbenah untuk lebih memuaskan konsumen. Seperti pada umumnya restoran dengan konsep outdoor, cuaca sangat mempengaruhi umurĀ interior restoran menjadi cepat usang. Karena itu, menyambut April 2009, Ayam Goreng Fatmawati memperbarui tampilan outlet dengan design wallpaper yang lebih fresh. Kerja Tim Marketing dan Design sungguh sangat memuaskan. Gambar makanan begitu tampil menggugah selera, wajar jika Anda berkunjung ke Ayam Goreng Fatmawati saat menunggu jadwal penerbangan, Anda akan tergugah untuk mencoba menu-menu kami termasuk menu baru yang kami luncurkan bersamaan dengan perubahan tampilan ini. Siapa tak kenal Soto Betawi dan Es Campur? Kini, kedua menu istimewa tersebut bisa dinikmati di Ayam Goreng Fatmawati cabang Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta. Jadi jika perutĀ dirasaĀ telah kenyang, tak ada salahnya menikmati Es Campur khas Ayam Goreng Fatmawati, nikmat dan fresh saat suasana bandara panas menyengat.
Menunggu Hidangan

Menunggu Hidangan

Ayam Goreng Fatmawati ke Banda Aceh

Setelah beberapa kali merencanakan untuk datang ke kantor PT. AGFI di Hotel Salak Bogor, batal dengan alasan tidak ada teman, kami anggap wajar, karena beliau ini dari Banda Aceh, mungkin tidak tahu daerah BogorĀ fikir kami waktu itu. Rupanya Bapak Mardiansah adalah keturunan Aceh yang lahir di Semarang dan saat ini menetap bersama keluarga di Jakarta. Tapi saya salut dengan semangat mengembangkan daerahnya, tanpa disadari beliau menceritakan bahwa untuk kegiatan ekonomi dan bisnis, Banda Aceh jauh lebih kondusif dibandingkan dengan Jakarta. Beliau merasa yakin bahwa Ayam Goreng Fatmawati yang akan dibawanya ke Banda Aceh akan mendapatkan perhatian dari masyarakat. Ayam Goreng Fatmawati memang telah hadir di Takengon-Aceh Tengah, lebih dari 9 jam perjalanan dari Banda Aceh. Itu yang kemudian membuat motivasi pengusaha muda ini terus bergejolak, terlebih salah satu saudara-nya di Aceh, telah mencicipi lezatnya masakan Ayam Goreng Fatmawati di Takengon yang membuat keyakinan keluarganyapun semakin tinggi. Pak Mardiansyah, setelah mengisi kuisioner dinyatakan sebagai Calon Franchisee yang Potensial. Semoga kerjasama bisnis ini bisa terlaksana dan berjalan sesuai rencana kita : sukses dan menghasilkan laba berlimpah.
Hasil Kuisioner Calon Franchisee

Hasil Kuisioner Calon Franchisee

Bagaimana Menilai Lokasi

Dalam bisnis restoran ada tiga faktor utama yang sangat menentukan keberhasilannya. Adalah LOKASI-LOKASI-LOKASI. Ya, memang benar. Dalam bisnis restoran, lokasi sangat memegang peran penting terhadap kesuksesan. Lalu muncul pertanyaan ā€œBukankah ā€˜Sate Klatakā€™ di Bantul-Jogjakarta lokasinya jauh dari strategis tapi bisa berhasil?ā€ Memang, warung sate itu bisa berhasil. Namun, butuh berapa lama bagi mereka untuk mendapatkan pelanggan sebanyak saat ini? Atau, butuh berapa biaya promosi untuk memperkenalkannya kepada calon customer? Lokasi yang strategis mempercepat proses pengenalan dan mengurangi budget promosi, tanpa mengurangi peluang untuk mencapai keberhasilan usaha. Jadi, jangan ambil resiko dengan bujukan marketing mall, pusat perbelanjaan, plaza, square, trade center dll yang menjanjikan bahwa lokasi tersebut bakal ramai pengunjung berbelanja. Selidiki developer dan pengelola pusat perbelanjaan tersebut, Duta Pertiwi, Lippo Group, Summarecon, Agung Sedayu adalah beberapa developer yang jika dilihat dari track record-nya bisa dikatakan baik dan berkomitmen untuk membuat pusat perbelanjaan yang terus ramai pengunjung. Lalu, lihatlah anchor tenant pusat perpelanjaan tersebut. Carrefour, Hypermart, Giant pada umumnya menjadi achor tenant di beberapa mall besar. Namun saat ini kita harus lebih jeli, karena Giant sudah merambah ke pinggiran dengan konsep seperti minimarket. Carrefour saat ini banyak mengembangkan Carrefour Express yang lebih kecil dari Carrefour hipermarket. Pada umumnya tenant-tenant besar sekelas KFC, McDonalds, J.Co, BreadTalk dll masuk terlebih dahulu sebagai tenant mall. Lantas, apakah mal dimana salah satu space-nya ditawarkan ke kita telah berhasil menarik tenant-tenant besar tersebut. Jika KFC atau bahkan McDonals telah masuk di daftar tenant mereka, maka hampir dapat dipastikan mereka (KFC dan McDonalds) telah menilai lokasi tersebut sangat potensial untuk bisnis makanan. Trik seperti ini pula yang dijalankan oleh Alfamart dan Indomaret dalam penentuan kelayakan lokasi, sehingga saat ini hampir setiap kali kita menemui Alfamart, maka paling tidak dalam jarak 100 meter dari lokasi tersebut beroperasi juga Indomaret, atau sebaliknya. Keuntungannya, mengurangi biaya untuk survey pasar. Pertimbangkan harga sewa. Dengan konsep makanan tradisional dengan persaingan harga yang ketat, maka margin dari setiap barang terjual tidak bisa lagi lebih dari 100 persen. Karena itu, kami merekomendasikan bahwa biaya sewa atau bagi hasil untuk sewa tempat tidak melebihi 20% dari perkiraan pendapatan per bulan. Dengan demikian, jika potensi konsumen tidak dapat memenuhinya, maka disarankan lokasi tersebut tidak diambil. Lalu, menurut ActionCOACH yang diulas disini mengenai bagaimana cara meningkatkan profit, tetap harus dijalankan. Bagaimana caranya…? Tunggu edisi selanjutnya di Forum Franchisee Ayam Goreng Fatmawati.