Arsip Kategori: Liputan

Tampilan Baru Ayam Goreng Fatmawati

Ayam Goreng Fatmawati dikenal dengan konsep “semi self service“-nya. Konsep ini terus kami pertahankan, walaupun perubahan-perubahan juga tetap kami lakukan tanpa menghilangkan konsep yang diyakini membuat konsumen lebih puas memilih sendiri makanannya seperti di rumah sendiri.

Dari bentuk rak dan keranjang, kini Ayam Goreng Fatmawati berkolaborasi dengan pengrajin gerabah di Klaten-Jawa Tengah untuk melakukan perubahan display, berkoordinasi dengan seniman Bali dan mengambil motif batik untuk dijadikan aksen dan bukti kecintaan terhadap budaya nasional, serta tentunya berkat bantuan arsitek dan interior designer menghasilkan tampilan resto dan foodcourt lebih segar, simple, uniq, useable dan menarik perhatian.

Innovasi tiada henti bagi Ayam Goreng Fatmawati, tunggu perkembangan lainnya dari kami.

Order dari Ho Chi Minh City

Dikunjungi dari Mancanegara

Dikunjungi dari Mancanegara

Tadi malam, saya bersama dengan tim sales pulang malam. Lembur menyiapkan sales kit untuk besok. Belum sempat turun makan, jadi perut agak ‘keroncongan’. Tanggung, setelah selesai aja baru kita makan sate di samping kantor, pasti enak.

Printer terus bekerja sambil sesekali minta ditambah infus tintanya, kring…kring…..kring telponpun berdering. Ah…biasa, salah sambung sepertinya. Malam-malam begini ada telpon masuk. Atau mungkin salah pencet nomer ekstensi, karena memang kantor PT. AGFI berlokasi di Hotel Bintang Empat yang juga ada beberapa perusahaan berkantor disana.

Begitu diangkat, ohh…rupanya customer yang akan pesen lunchbox dan buffet di Puncak-Bogor. Seperti biasa, kami melayani dengan senang hati dan memberikan penjelasan. Kamipun minta data customer tersebut, dan beliau hanya memberikan alamat e-mail. Kemudian kami minta nomor yang bisa dihubungi dan beliau berkata “+84 XXX” Oops, darimana ini…Rupanya customer dari Vietnam (Belakangan kami ketahui setelah trace kode negara ke 108) ini sebelumnya berlabuh di blog ini sebelum menghubungi PT. AGFI untuk memesan lunch box dan buffet-nya saat beliau pulang ke Indonesia dan jalan-jalan ke Puncak Bogor.

Konsumen Ayam Goreng Fatmawati memang bisa darimana saja, apalagi setelah 3 tahun lalu kami membuka restoran di Central Stair Bandara Soekarno Hatta, praktis informasi mengenai Ayam Goreng Fatmawati untuk seluruh Indonesia semakin melebar. Ada Ibu Aprilya Afif yang berlangganan di AGF Maliobor Mall, ada Pak Aris; seorang dosen yang rela menunggu satu bulan sekali bersantap di AGF Bandung Supermal saat dapat jadwal pulang dari Medan, ada Muhammad Riviansyah; seorang atlet volly nasional yang gemar makan di AGF salah satu foodcourt di pusat perbelanjaan di Jakarta, Pak Erang; seorang entepreneur peternakan di Bandung yang menilai masakan Fatmawati jauh lebih lezat dibandingkan yang lainnya, bahkan ada customer yang tergiur saat melihat salah satu karyawan toko sedang bersantap begitu nikmatnya kemudian langsung memesannya di AGF Pasar Festival. Terima kasih para pelanggan, kami ada untuk Anda semua. Dan kami terus berupaya untuk memenuhi harapan Anda di Ayam Goreng Fatmawati.

Ibu Aprilya Afif Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Facebook adalah salah satu situs jejaring pertemanan yang saat ini paling digemari. Tak hanya bisa menghubungkan antara satu teman dengan teman yang lain, kerabat dengan saudara yang lain yang sudah lama tidak bertemu, tapi facebook sudah menjadi situs yang banyak digunakan sebagai media mengaktualisasi diri dan mempromosikan diri.

Barrack Obama adalah presiden yang dijuluki sebagai presiden pertama di era internet. Mengapa demikian? Karena tim sukses Obama benar-benar sukses memanfaatkan media internet untuk mengkampanyekan program-program yang diusung sang calon presiden AS. Bahkan Obama merekrut salah satu perintis Facebook untuk membuatkan dia account dan halaman website yang memungkinkan interaksi yang intens anatara masyarakat pendukungnya dengan Obama. Memang luar biasa….

Saya, sebagai admin fatmawati.com, merasa untuk menciptakan situs pertemanan semacam facebook memerlukan pengetahuan pemrograman yang sangat tinggi dan waktu yang lama. Alhasil, saya baru bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengkomunikasikan produk dan layanan yang ada di Ayam Goreng Fatmawati. Hasilnya, seperti posting sebelumnya mengenai Pak Aris, seorang customer yang sangat loyal. Yang rela menungu waktu sebulan sekedar untuk menikmati masakan Ayam Goreng Fatmawati di Bandung Supermal, setibanya dari perjalanan Medan-Soekarno Hatta-Bandung yang serba kebetulan bis angkutan Bandara Soekarno Hatta-Bandung berhenti tepat di depan Bandung Supermal.

Aprilya Afif, Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Aprilya Afif, Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Saat ini kami di-add oleh Ibu Aprilya, seorang customer Ayam Goreng Fatmawati di Jogjakarta, sehingga tercipta percakapan yang menandakan bahwa Ibu Aprilya ini adalah customer loyal Ayam Goreng Fatmawati. Rela mempromosikan Ayam Goreng Fatmawati, padahal kami (PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia) tidak meminta beliau untuk melakukannya. Kami sangat berharap semakin banyak Ibu Aprilya-Ibu Aprilya yang lain dengan semakin puasnya karyawan terhadap apa yang diperolehnya di Ayam Goreng Fatmawati.

Terima kasih Ibu Aprilya atas kesetiaanya selama ini.

Ayam Goreng Fatmawati Review by The Foodster

We love fried chicken with hot white rice and recently there has been a lot of great Indonesian franchises offering this out there. Fatmawati is the latest in Indonesian restaurant chains, however this particular branch is run by a husband and wife team that is very proud of their food. And yes… you have to try the sup ekor here…

agfmalaysia01

Set Menu

“Now take that kicap manis and squeeze some on the belinjo,” mmm… we are waiting for our food at Fatmawati and stuffing our faces with the keropok belinjo. There’s something addictive about these crackers, crunchy with a bitter edge and then with that dollop of sweet soy sauce… ‘berhantu’ as they call it. Anyway one of the main things you should really have here is the Sup Ekor or Sup Buntut. You can have it normal style in the soup, you can have it deep fried in batter (it’s a little like KFC batter) or you can have it barbecued. The last one, you can’t get it on the menu. Only people in the know, order this. So if you really want to sound like you know what you are talking about, get it barbecued or ‘bakar’.

Soup Ekor Bakar

Soup Ekor Bakar

With this order a side of Nasi Timbel. This rice comes wrapped up in banana leaf and it’s great. There’s not a lot of starch content so it falls in grains- what we call ‘ceroi’. This goes really well with the soup. As for the soup itself it is light but has a lot of flavour. Usually light sup ekor comes swimming in MSG to give it punch. But here they have their balance of flavours right with good marrying of ‘bumbu’ that brings out the flavour of the meat. They also add a bit of fresh tomatoes to get a sour edge to it that is different from Malay sup ekor which usually derives flavour from celery.

Tehbotol, Indonesia's Famous Brand

Tehbotol, Indonesia's Famous Brand

Now the barbecued oxtail comes on the side dripping with flavour. We reckon thay marinate it with kicap manis and some pepper and whack it on the grill so everything seeps deep in. The meat practically falls off the bones. We suspect they boil the meat first in the soup to render it soft before massaging the kicap in and then grilling it on a high flame. Both the barbecued and deep fried versions come on the side so that it does not disturb the subtlety of the soup. So you can eat it in relay, alternating mouthfuls of savoury soup with sweet oxtail meat and rice.

“The barbecued oxtail comes dripping with flavour”

Ayam Penyet = Ayam Kremes

Ayam Penyet = Ayam Kremes

They also have their own version of what is now the infamous ayam penyet. However, they use ayam kampung here so it’s smaller but a whole lot tastier. You can have it grilled or fried. We prefer the fried version because it’s not too oily and the chicken remains succulent. They also give a bit of crunchy ‘rempah’ with it. The side sambal that goes with it is killer and coupled with sweet kicap… damn…

We are starting to really get into Indonesian kicap manis. It just goes great with everything. If you ever get your hands on nasi goreng belacan with cilli padi just a spray of this kicap will take you into another level. Malaysians have nothing on Indonesians when it comes to kicap manis. Some do like the chicken grilled but this version has a very strong taste of coconut to it so we recommend the ayam goreng for first timers.

Soup Ekor

Soup Ekor

Over there they also have great set lunches. If you order the meals ala carte, you have to order the rice separately. Set lunches are fantastic value for money. For RM7.70 you can get the ayam kampung goreng with tempe, tauhu, soup, sambal and a drink. They also have Teh Botol here in a box and thick creamy avocado shakes.

FOODSTERS’ VREDICT Pros: Great bang for your buck Cons: Service a bit erratic during busy times

Address: G-18, Jalan PJU 8/3, Bandar Damansara Perdana, 47820, Petaling Jaya – Malaysia Telephone: 03- 77109158

Source : http://www.friedchillies.com/index.php/site/detail/ayam-goreng-fatmawati