Arsip Kategori: Kabar Franchise

Ayam Goreng Fatmawati Hadir di Cirebon

Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa barat, yakni Kota Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta – Cirebon – Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Karena letaknya yang sangat strategis yakni di persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan kota cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan baru, pendidikan. Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota METROPOLITAN ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland / kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung.

Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, Industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali Industri baik skala kecil, menengah, dan besar menanamkan modalnya di kota wali, Cirebon. Dengan didukung oleh banyaknya orang – orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1 juta orang, Menjadikan kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan – bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan – jalan utama kota Cirebon. (wikipedia.org)

Tepat hari Kamis, 7 Januari 2010, Ayam Goreng Fatmawati resmi dibuka di kota bersejarah ini. Tak hanya bersejarah bagi perkembangan kehidupan berbangsa dengan didirikannya kerajaan Cirebon, namun juga kota ini adalah kota kelahiran  Ibu Fatmawati founder Restoran Ayam Goreng Fatmawati.

Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon dibuka di Jl. Pemuda No. 49, jalan yang sangat padat dengan perkantoran berbagai instansi pemerintah maupun swasta, sehingga diharapkan Ayam Goreng Fatmawati dapat menjadi salah satu alternatif kuliner yang dapat diandalkan untuk memenuhi selera makan warga Cirebon.

Menempati sebuah rumah yang dirombak, namun tetap tidak menghilangkan suasana makan di rumah sendiri. Dilengkapi dengan lesehan dan mushola, Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan waktu makan malam bersama keluarga, rekan kerja atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman.

Bagi yang mendambakan makan masakan Ayam Goreng Fatmawati di rumah sendiri atau tidak ada waktu untuk meninggalkan meja kerja, tinggal dial 0231-246236 untuk delivery service.

AGF Hadir di Sentani-Papua

KOTA Sentani sebagai Ibukota Kabupaten Jayapura beberapa tahun terakhir ini menunjukan, pertumbuhan yang sangat pesat. Selain pertumbuhan penduduknya, perkembangan usaha ekonomi dan kepercayaan investor untuk mengembangkan usaha di Kota Sentani juga meningkat cukup tajam. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya ruko, dan satu mall terbesar besar Sentani City Square (SCS), yang bisa dikatakan lebih besar dari mall-mall yang ada di Ibukota Provinsi Papua, Kota Jayapura. Sejumlah usaha dan produk branded atau bermerk yang biasa ada kota-kota besar di Jawa, saat ini juga sudah mudah untuk di dapati di Kota Sentani. Masyarakat Papua, khususnya kota Jayapura, tak perlu jauh-jauh ke Jawa, hanya untuk membeli satu produk tertentu, karena hampir semua sudah bisa ditemukan di Sentani (Radar Timika).

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Setelah membuka cabang di Nangroe Aceh Darussalam, Bengkulu, Pontianak, Bali, Restoran Ayam Goreng Fatmawati (AGF) mengukuhkan diri sebagai restoran franchise yang bercita-cita dapat melayani seluruh masayarakat Indonesia dimanapun berada. Saat ini memang tak hanya penduduk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan kota-kota tersebut di atas. AGF kini hadir di Sentani City Square untuk melengkapi alternatif kuliner di Papua, terutama di Sentani dan sekitarnya. AGF hadir dengan pilihan menu masakan tradisional dengan cita rasa dan kualitas service standard service excellent.

Interior, furniture, lighting dan layout-pun kami design khusus untuk masyarakat Papua yang heterogen, mulai dari penduduk asli, pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ekspatriat yang merupakan professional di beberapa perusahaan besar di Papua dapat dengan nyaman menikmati menu-menu special AGF di Sentani City Square.

Kami berkeyakinan bahwa AGF dapat diterima dengan baik di Sentani. Karena itu, selain melayani konsumen yang datang langsung ke lokasi restoran, kami juga melayani jasa delivery order lewat nomor telpon ?0967-593 261. Jadi, jangan khawatir jika kesibukan di kantor tidak bisa ditinggalkan sementara, lantas kesempatan menikmati menu-menu AGF terlewatkan. Tinggal angkat telpon, sebutkan pesanan Anda, lalu kamipun meluncur ke lokasi untuk mengantarkan pesanan Anda.

RT : Makan di Ayam Goreng Fatmawati

RT : Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan….
@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

“Kenyang, abis makan Ayam Goreng Fatmawati” Demikianlah status yang ditulis seorang customer Ayam Goreng Fatmawati dalam status-nya di media jejaring sosial UberTwitter berikut ini…
"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

Hubungan Erat AGFI & Customer

Komentar Ibu Lia

Komentar Ibu Lia

Senin, 23 November 2009 adalah hari yang begitu membahagiakan bagi segenap keluarga besar Ayam Goreng Fatmawati. Bagaimana tidak, saat itu seorang Ibu Lia Noormanto dari Batam bercerita tentang begitu fanatiknya beliau terhadap masakan Ayam Goreng Fatmawati. Mulai dari diri sendiri, keluarga bahkan rekan kantor menjadi objek untuk diajak bersantap di Ayam Goreng Fatmawati yang saat ini ada tiga lokasi di Batam : Sukajadi, Nagoya Hill dan Mega Mal Batam. Dan yang terpenting, bukan hanya semata-mata berhasil mengajak, tetapi yang diajakpun merasa puas dengan masakan Ayam Goreng Fatmawati.

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Karena peduli yang amat sangat terhadap Ayam Goreng Fatmawati Ibu satu ini rela juga memberikan masukan dan saran dengan dalih “demi kebaikan bersama”. Konsumen sepeti inilah yang dibutuhkan oleh sebuah usaha restoran, rtanpa pamrih merekomendasikan kepada orang lain (kata Hermawan Kartajaya, seperti ‘evangelist’), namun juga tidak lantas pergi begitu saja dan menyebarluaskan kepada teman-teman jika menemukan kekurangan. Beliau bersedia menjadi “friend” Ayam Goreng Fatmawati di Facebook, lalu menumpaahkan segala kritik dan keluhannya kepada kami, bukan kepada orang lain. Sungguh luar biasa dan sangat beruntungnya kami mempunyai konsumen seperti ibu Lia Noormanto ini.

Terima kasih Ibu Lia Noormanto atas kesetiaannya bersantap di AAyam Goreng Fatmawati dan kritik membangunnya. Semoga kita bisa maju bersama.

Tampilan Baru Ayam Goreng Fatmawati

Ayam Goreng Fatmawati dikenal dengan konsep “semi self service“-nya. Konsep ini terus kami pertahankan, walaupun perubahan-perubahan juga tetap kami lakukan tanpa menghilangkan konsep yang diyakini membuat konsumen lebih puas memilih sendiri makanannya seperti di rumah sendiri.

Dari bentuk rak dan keranjang, kini Ayam Goreng Fatmawati berkolaborasi dengan pengrajin gerabah di Klaten-Jawa Tengah untuk melakukan perubahan display, berkoordinasi dengan seniman Bali dan mengambil motif batik untuk dijadikan aksen dan bukti kecintaan terhadap budaya nasional, serta tentunya berkat bantuan arsitek dan interior designer menghasilkan tampilan resto dan foodcourt lebih segar, simple, uniq, useable dan menarik perhatian.

Innovasi tiada henti bagi Ayam Goreng Fatmawati, tunggu perkembangan lainnya dari kami.

Berubah Tampilan

inovasi

inovasi

Dalam dunia bisnis, inovasi adalah sebuah keniscayaan. Perusahaan yang tidak melakukan inovasi lambat laun akan dimakan oleh kompetitornya yang bahkan pendatang baru. Ayam Goreng Fatmawati sebagai restoran yang beroperasi sejak 1986 di Bogor dan mulai difranchisekan sejak tahun 2000 dibawah bendera PT. Ayam Goreng Fatmawati Indoensia terus melakukan inovasi dalam upaya memenangkan persaingan.

Ayam Goreng Fatmawati terus melakukan pengembangan produk, penyempurnaan standar pelayanan dan up selling skill, metode training dan lain-lain. Dalam bulan November 2009 ini. kembali Ayam Goreng Fatmawati melakukan pengembangan, kali ini yang jadi titik pengembangan adalah tampilan outlet. Menurut teori, tampilan outlet yang menarik akan berpengaruh terhadap jumlah prospek/calon konsumen. Sebagai suatu sistem yang terintegrasi, perubahan tampilan outlet ini didukung pula dengan kemampuan “up selling skill” para karyawan yang telah dipersiapkan pada pertengahan tahun 2009 yang lalu. Dengan “up selling skill” yang baik, tentunya prospek yang semakin banyak ini akan juga lebih banyak yang dapat dikonversi menjadi customer yang melakukan pembelian.

Tentunya program ini adalah hasil kerja keras antara franchisor dan franchisee beserta seluruh jajaran karyawannya. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat.

Mangga Dua Mal

Mangga Dua Mal

Order dari Ho Chi Minh City

Dikunjungi dari Mancanegara

Dikunjungi dari Mancanegara

Tadi malam, saya bersama dengan tim sales pulang malam. Lembur menyiapkan sales kit untuk besok. Belum sempat turun makan, jadi perut agak ‘keroncongan’. Tanggung, setelah selesai aja baru kita makan sate di samping kantor, pasti enak.

Printer terus bekerja sambil sesekali minta ditambah infus tintanya, kring…kring…..kring telponpun berdering. Ah…biasa, salah sambung sepertinya. Malam-malam begini ada telpon masuk. Atau mungkin salah pencet nomer ekstensi, karena memang kantor PT. AGFI berlokasi di Hotel Bintang Empat yang juga ada beberapa perusahaan berkantor disana.

Begitu diangkat, ohh…rupanya customer yang akan pesen lunchbox dan buffet di Puncak-Bogor. Seperti biasa, kami melayani dengan senang hati dan memberikan penjelasan. Kamipun minta data customer tersebut, dan beliau hanya memberikan alamat e-mail. Kemudian kami minta nomor yang bisa dihubungi dan beliau berkata “+84 XXX” Oops, darimana ini…Rupanya customer dari Vietnam (Belakangan kami ketahui setelah trace kode negara ke 108) ini sebelumnya berlabuh di blog ini sebelum menghubungi PT. AGFI untuk memesan lunch box dan buffet-nya saat beliau pulang ke Indonesia dan jalan-jalan ke Puncak Bogor.

Konsumen Ayam Goreng Fatmawati memang bisa darimana saja, apalagi setelah 3 tahun lalu kami membuka restoran di Central Stair Bandara Soekarno Hatta, praktis informasi mengenai Ayam Goreng Fatmawati untuk seluruh Indonesia semakin melebar. Ada Ibu Aprilya Afif yang berlangganan di AGF Maliobor Mall, ada Pak Aris; seorang dosen yang rela menunggu satu bulan sekali bersantap di AGF Bandung Supermal saat dapat jadwal pulang dari Medan, ada Muhammad Riviansyah; seorang atlet volly nasional yang gemar makan di AGF salah satu foodcourt di pusat perbelanjaan di Jakarta, Pak Erang; seorang entepreneur peternakan di Bandung yang menilai masakan Fatmawati jauh lebih lezat dibandingkan yang lainnya, bahkan ada customer yang tergiur saat melihat salah satu karyawan toko sedang bersantap begitu nikmatnya kemudian langsung memesannya di AGF Pasar Festival. Terima kasih para pelanggan, kami ada untuk Anda semua. Dan kami terus berupaya untuk memenuhi harapan Anda di Ayam Goreng Fatmawati.

AGF Bandara Rubah Tampilan

bandara4

Tampilan Baru

Setelah beroperasi hampir dua tahun di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta Cengkareng-Tangerang-Banten, Ayam Goreng Fatmawati terus berbenah untuk lebih memuaskan konsumen. Seperti pada umumnya restoran dengan konsep outdoor, cuaca sangat mempengaruhi umur interior restoran menjadi cepat usang. Karena itu, menyambut April 2009, Ayam Goreng Fatmawati memperbarui tampilan outlet dengan design wallpaper yang lebih fresh. Kerja Tim Marketing dan Design sungguh sangat memuaskan. Gambar makanan begitu tampil menggugah selera, wajar jika Anda berkunjung ke Ayam Goreng Fatmawati saat menunggu jadwal penerbangan, Anda akan tergugah untuk mencoba menu-menu kami termasuk menu baru yang kami luncurkan bersamaan dengan perubahan tampilan ini. Siapa tak kenal Soto Betawi dan Es Campur? Kini, kedua menu istimewa tersebut bisa dinikmati di Ayam Goreng Fatmawati cabang Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta. Jadi jika perut dirasa telah kenyang, tak ada salahnya menikmati Es Campur khas Ayam Goreng Fatmawati, nikmat dan fresh saat suasana bandara panas menyengat.
Menunggu Hidangan

Menunggu Hidangan

Ayam Goreng Fatmawati, Ditiru dan Dijiplak

Hari Jum’at jam 13.30 Ibu Christine Novita bersama bunda-nya, Ibu Aris, datang langsung dari Semarang ke kantor PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia di Kinanti Office Hotel Salak Bogor. Itulah bukti keseriusan Ibu dan Anak ini dalam mengelola Ayam Goreng Fatmawati di wilayah Semarang. Sejak mulai bekerja sama tiga tahun yang lalu, praktis kerja sama antara PT. AGFI dengan Ibu Christine tidak menemui kendala yang berarti. Komunikasi begitu lancar melalui telpon, SMS, e-mail, pokoknya semua media komunikasi kami gunakan untuk memperlancar komunikasi. Ibu Christine sangat terbuka jika menemui kendala dalam operasional, seperti yang pernah dihadapi mengenai karyawan yang meninggalkan AGF hanya beberapa bulan setelah menjalani training. PT. AGFI memberi solusi dan solusi itu terbukti efektif dijalankan di AGF Semarang. Saat Ibu Christine gundah karena tetangga kiri-kanan mulai ikut menjual ayam goreng, kita coba dengan variasi menu baru dan ternyata juga berhasil menarik konsumen, karena AGF menjadi satu-satunya penyedia masakan bebek goreng di sekitar lokasi. Karena tergiur dengan tingginya omset AGF ini, outlet tetangga yang awalnya jual mie, kopi, steak, chinesse food mulai beralih menjual ayam goreng. Namun, sebagai trend setter, Ayam Goreng Fatmawati tidak pernah kehabisan ide untuk menarik konsumen. Kami masih punya banyak menu baru, banyak strategi baru untuk memenangkan persaingan. Langkah yang sangat tepat bagi Ibu Christine jika hari ini beliau menandatangani perjanjian franchise untuk memperpanjang masa lisensi Ayam Goreng Fatmawati di Duta Pertiwi Mall.
Paragon City, Semarang

Paragon City, Semarang

Pada pertemuan itu juga Ibu Christine memaparkan rencana pembukaan AGF di Paragon City-Semarang, pusat perbelanjaan di bilangan Jl. MH. Thamrin yang saat ini baru 60% dibangun. Konsultasi mengenai lokasipun terjadi dan kami memutuskan untuk buka restoran disana dengan space 51 m2. Semoga projek kedua Ibu Christine di Semarang ini berjalan dengan jauh lebih baik lagi, tentunya dengan kerja keras tim AGF Semarang didukung oleh management PT. AGFI.

Ayam Goreng Fatmawati ke Banda Aceh

Setelah beberapa kali merencanakan untuk datang ke kantor PT. AGFI di Hotel Salak Bogor, batal dengan alasan tidak ada teman, kami anggap wajar, karena beliau ini dari Banda Aceh, mungkin tidak tahu daerah Bogor fikir kami waktu itu. Rupanya Bapak Mardiansah adalah keturunan Aceh yang lahir di Semarang dan saat ini menetap bersama keluarga di Jakarta. Tapi saya salut dengan semangat mengembangkan daerahnya, tanpa disadari beliau menceritakan bahwa untuk kegiatan ekonomi dan bisnis, Banda Aceh jauh lebih kondusif dibandingkan dengan Jakarta. Beliau merasa yakin bahwa Ayam Goreng Fatmawati yang akan dibawanya ke Banda Aceh akan mendapatkan perhatian dari masyarakat. Ayam Goreng Fatmawati memang telah hadir di Takengon-Aceh Tengah, lebih dari 9 jam perjalanan dari Banda Aceh. Itu yang kemudian membuat motivasi pengusaha muda ini terus bergejolak, terlebih salah satu saudara-nya di Aceh, telah mencicipi lezatnya masakan Ayam Goreng Fatmawati di Takengon yang membuat keyakinan keluarganyapun semakin tinggi. Pak Mardiansyah, setelah mengisi kuisioner dinyatakan sebagai Calon Franchisee yang Potensial. Semoga kerjasama bisnis ini bisa terlaksana dan berjalan sesuai rencana kita : sukses dan menghasilkan laba berlimpah.
Hasil Kuisioner Calon Franchisee

Hasil Kuisioner Calon Franchisee