Arsip Kategori: Kabar Franchise

Kangen Masakan Indonesia

Jika ditanya kenapa di website Ayam Goreng Fatmawati dipasang shortcut untuk menghubungi akun Yahoo Messenger (YM!) tim PT. AGFI, maka jawabannya adalah untuk mempermudah customer dan pengunjung web mendapatkan informasi seketika mengenai AGF. Instant dan cukup mudah. Lantas jika ditanya “kenapa memilih Yahoo Messenger?” Jawaban kali ini saya sangat realistis bahwa pengguna YM! dari sisi jumlah sangat besar sekali dibandingkan dengan pengguna messenger lainnya. Jadi, tidak salah karena memang menanyakan account YM! pada pengguna messenger sudah seperti pengguna HP menanyakan nomor telpon atau pengguna blackberry menanyakan PIN. Ada juga yang bertanya “Efektif atau tidak?” Saya jawab relatif. Kenapa? Karena tidak setiap pengunjung web akan langsung bertanya lewat shortcut YM! tersebut. Tapi jika dibandingkan dengan effort/upaya yang relatif kecil untuk memasang shortcut ini dan mendapatkan benefit/manfaat sepanjang website online, rasanya sangat efektif sekali. Beberapa kali client catering di daerah Jakarta dimulai dari chat lewat shortcut ini. Bahkan Kamis, 20 Jan 2011 pagi ada yang sekedar menanyakan buka atau tidaknya restoran Ayam Goreng Fatmawati di Damansara Perdana-Malaysia. Luar biasa bukan. Layanan yang seolah sepele, tapi bisa mendekatkan bahkan tanpa batas berinteraksi dengan customer kita. Berikut cuplikan percakapan : (09:22:18 AM) irwanpasay: pagi Pak.. mau tanya, hari ini yang di damansara (Mlaysia. red)  buka gak ? (09:22:42 AM) johan_agfi: hari ini buka (09:22:48 AM) johan_agfi: bpk lokasi dimana? (09:23:20 AM) irwanpasay: saya di jalan kuching, belum pernah kesana, ada petunjuk ? (09:24:04 AM) johan_agfi: ada nomor telpon yg bisa dihubungi? (09:24:16 AM) johan_agfi: sy minta tim yg di damansara hub bpk (09:24:25 AM) irwanpasay: kalau saya lewat penchala link, keluar dimana ya ? (09:24:29 AM) irwanpasay: ok.. 0178767xxx (09:24:46 AM) johan_agfi: baik pak (09:26:17 AM) irwanpasay: just info, hari ini libur nasional di malaysia… (09:26:57 AM) irwanpasay: jadi saya mau cek dulu buka apa enggak… (09:27:04 AM) irwanpasay: jadi saya mau cek dulu buka apa enggak… (09:27:26 AM) johan_agfi: baik pak (09:27:37 AM) johan_agfi: sy contact dl tim AGF damansara perdana (09:28:01 AM) irwanpasay: ok thx (09:28:05 AM) irwanpasay: ok thx (09:34:49 AM) irwanpasay: gimana pak ? hari ini buka ? (09:34:53 AM) irwanpasay: gimana pak ? hari ini buka ? (09:39:02 AM) johan_agfi: hari ini buka pak (09:39:17 AM) johan_agfi: AGF damansara hanya tutup di hari lebaran (09:40:00 AM) irwanpasay: oh…gitu ya…ok deh…saya kesana hari ini.. (09:40:20 AM) irwanpasay: btw, nomor telpon AGF damansara ada gak Pak ? (09:41:52 AM) johan_agfi: coba ke  +60-377287234 (09:42:37 AM) johan_agfi: kami tunggu kedatangannya di AGF Damansara perdana (09:43:58 AM) irwanpasay: wah gak ada yg angkat pak… (09:45:50 AM) irwanpasay: oh ok, sudah ada yg menghubungi saya…. (09:45:56 AM) irwanpasay: Thanks ya Pak (09:45:59 AM) irwanpasay: 🙂 (09:46:02 AM) johan_agfi: sama2 pak (09:46:13 AM) johan_agfi: happy nice holiday (09:46:49 AM) irwanpasay: Sama2

Di TDM-Kota Kupang, Ayam Goreng Fatmawati Segera Dibuka

Sebuah liputan dari Pos Kupang mengenai segera dibukanya RM Ayam Goreng Fatmawati di Kota Kupang.
SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 09:26 WIB
Robert Fanggidae

Robert Fanggidae

KIAT mengembangkan bidang usaha makan minum atau usaha kuliner di Kota Kupang saat ini semakin dibidik.  Wajar saja jadi bidikan karena 52 persen pendapatan masyarakat Kota Kupang lebih banyak dihabiskan untuk kebutuhan makan minum. Demikian diungkap Robert F Fanggidae, Direktur Utama (Dirut)  PT Tanaoba Lais Manekat (TLM), saat ditemui di Kupang, Senin  (22/11/2010). Pria yang akrab disapa Roby ini mengaku usaha ini akan dikembangkan melalui koperasi karyawan BPR TLM. “Dalam bulan Desember nanti kita akan launching RM Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta di Kupang, tepatnya di daerah Ruko Tuak Daun Merah, Oebufu. Kehadiran RM Ayam Goreng Fatmawati menjadi alternatif bagi masyarakat Kota Kupang yang ingin menikmati ayam goreng khas Fatmawati yang cabangnya sudah berkembang di puluhan kota di Indonesia,” jelas alumnus terbaik SMAK Santo Jusuf-Malang tahun 1989 ini. Tamatan Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gajah Mada 1995 ini mengaku pasca pembukaan RM Ayam Goreng Fatmawati di Kota Kupang, pihaknya akan mengembangkan ayam goreng dengan cita rasa khas ini ke Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Atambua, Kabupaten Belu tahun 2011. “Semua bahan, termasuk ayam dimanfaatkan dari pengusaha  lokal. Juga sayur mayurnya dibeli dari bahan lokal. Cuma bumbu  yang didatangkan khusus dari RM Ayam Goreng Fatmawati- Jakarta. Nanti kita akan selipkan makanan khas lokal sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para kuliner,” kata Roby. Dia mengaku kehadiran RM Ayam Goreng Fatmawati-Jakarta Cabang Kupang akan menambah semarak Kota Kupang dan kota ini menjadi salah satu kota wisata kuliner. “Banyak pelaku ekonomi di NTT mau berangkat sentralnya dari Kota Kupang. Kita manfaatkan peluang ini dengan menyiapkan makanan khas Ayam Goreng Fatmawati menjadi menu alternatif,” ujar  suami Pdt. BJ Fanggidae-Nunuhitu, M.Th ini. Ayah dari Ariel, Abigalle dan Aron yang mampu menjadikan BPR TLM menjadi BPR terbesar di NTT sejak berdiri 2008 sampai dengan saat ini mengaku, kiatnya mengembangkan usaha  melalui koperasi karyawan TLM cuma dengan satu tekad, yakni ingin meningkatkan kesejahteraan karyawan menjadi lebih baik. “Akan ada banyak kiat usaha yang bisa dikembangkan ke depannya. Namun semua harus melalui tahapan survai,” kata pria yang punya moto hidup takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat dan kerendahan hati mendahului kehormatan.  (ferry ndoen)
sumber : http://www.pos-kupang.com

Respon Warga Kupang

Bisnis di daerah sepertinya sudah jadi incaran para investor dari Jakarta untuk lebih memperbesar pundi-pundi keuntungan bagi mereka. Namun perlu diketahui bahwa ada kebanggaan tersendiri pada warga daerah jika yang tumbuh dan berkembang itu adalah pengusaha lokal, mengembangkan uangnya di daerah sendiri, mempekerjakan warga sekitar yang tentunya butuh perhatian lebih ketimbang hanya menunggu gerak langkah badan ber-plat merah. Itulah yang kami (Ayam Goreng Fatmawati) kini rasakan. Bisa bekerjasama dengan para pengusaha lokal, dimana mereka mempunyai restoran sendiri dengan merk yang ditebus dengan investasi yang relatif terjangkau, mempekerjakan masyarakat sekitar ketimbang mengirimkan rombongan karyawan dari kantor pusat ke daerah untuk mengelola sepenuhnya, membebaskan franchisee untuk bekerjasama dengan para petani, peternak dan supplier lokal untuk kebutuhan bahan baku, asalkan sesuai standard yang telah ditetapkan.
Kupang Comment

Kupang Comment

Rupanya, inipulalah yang diharapkan oleh warga Kupang-Nusa Tenggara Timur. Hal ini tercermin dari salah satu komentar pada salah satu artikel di fatmawati.com/main. Ya, kami memberi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk lebih berkembang. Ya, kami memberdayakan masyarakat sekitar untuk bersama mengembangkan AGF. Ya, kami memberi kebebasan franchisee lokal untuk bekerjasama dengan petani, peternak dan supplier lokal dalam  penyediaan bahan baku. Namun itu semua tiada arti tanpa dukungan dari customer dan kesetiaan seluruh konsumen Ayam Goreng Fatmawati.

Anak Muda (Eropa) pun Makan Ayam Goreng Fatmawati

Kita, warna negara Indonesia lebih sering terperangah dan terkagum-kagum dengan produk-produk luar negeri atau produk yang berbau eropa atau amerika. Tak heran jika menggunakan produk dengan merek tertentu menjadi salah satu cara untuk mendongkrak gengsi dan status sosial. Termasuk dalam hal makanan, restoran yang menjual roti dengan aneka topping a’la Italia, roti tumpuk yang dibawa dari Amerika sering menjadi sasaran tempat nongkrong anak muda Indonesia.
Pilih Menu Dulu

Pilih Menu Dulu

Namun setelah melihat fenomena yang terjadi di Bandung Indah Plaza pada hari Senin, 1 November 2010 lalu, harusnya kita mulai berkaca diri “Apakah benar gaya hidup yang kita jalankan saat ini?” Ya, ketiga mahasiswa pertukaran ini bersama dengan dua orang temannya sekaligus guide masuk ke area foodcourt BIP. Setelah keliling melihat menu-menu yang disediakan di setiap outlet foodcourt yang jumlahnya puluhan, akhirnya si bule memilih Ayam Goreng Fatmawati.
Bule Aja Makan Ayam Goreng Fatmawati

Bule Aja Makan Ayam Goreng Fatmawati

Bukan hanya itu, sambil menikmati makanan yang dipesannya mereka berkomentar kepada kedua orang guide-nya bahwa makanan yang mereka santap uenak sekali. Lihat saja tempe yang digigit dengan lahapnya. Inilah yang patut ditiru dan diteladani sebagai gaya hidup, kembali pada alam, kembali pada makanan trandisional yang tak diragukan lagi rasa dan keamanan dalam jangka panjang-nya. Berani meniru mereka untuk makan di Ayam Goreng Fatmawati?

Desember 2010, AGF Hadir di Kupang-NTT

Kota Kupang adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara TimurIndonesia. Luas wilayah adalah 180,27 km² dengan jumlah pendududuk sekitar ±265.000 jiwa. Daerah ini terbagi menjadi 4 kecamatan dan 45 desa.
Kupang

Kupang

Kota ini menyimpan banyak pesona, khususnya penggemar sea food. Wisatawan yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Dinikmati dengan sambal khas kupang, tentu wisatawan akan langsung berjanji pada diri sendiri : “suatu saat nanti, beta akan kembali lagi”. Juga cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Disamping itu, wisatawan juga akan disuguhkan salah satu makanan khas kota Kupang “jagung bose”. Makanan yang dibuat dari campuran jagung dan sayuran serta biji-bijian (biasanya kacang hijau dan kacang tanah). Ada juga daging se’i yaitu daging sapi atau daging babi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah sehingga rasanya ada yang manis dan juga asin. Kota ini juga memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Satu lagi yang unik adalah penjual jagung bakar yang terbentang sepanjang trotoar di jalan ElTari (depan kantor gubernur) menjadi tempat favorite pemuda/i kota kupang. lihat Kupangonline. Ayam Goreng Fatmawati dalam proses untuk masuk ke Kota Kupang. Minggu, 7 November 2010 tiga orang calon karyawan akan segera dikirim ke kantor pusat di Bogor. Semoga pertengahan Desember 2010 Ayam Goreng Fatmawati bisa melayani masyarakat Kupang dengan baik.

Mei 2010, Kami Hadir di Banda Aceh

Hall a'la Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh

Hall a'la Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh

Setelah menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan pembukaan Ayam Goreng Fatmawati di Banda Aceh, tepatnya di Jl. Teuku Cik Di Tiro, depan Gedung Sosial-Banda Aceh, tanggal 15 April 2010 tim pembukaan beserta karyawan yang telah melalui masa training selama lebih dari satu bulan diberangkatkan. Memang persiapan pembukaan AGF Banda Aceh ini relatif lama, karena PT. AGFI beserta Pak Mardiansyah, pengusaha muda belia asli Aceh. Kami salut dengan semangat beliau untuk kembali berkontribusi di daerah asalnya, setelah sekitar 4 tahun menjalani kuliah di Jakarta. Hasilnya, tanah yang awalnya berupa kebun tak terurus di depan Gedung Sosial Banda Aceh disulapnya menjadi bangunan hall terbuka. Konsep restoran terbuka ini diinspirasi dari keterbukaan Ayam Goreng Fatmawati sebagai perusahaan franchise dari Bogor untuk menyesuaikan dengan gaya bersantap masyarakat Banda Aceh. Selain itu, konsep terbuka memungkinkan interaksi antar konsumen menjadi lebih akrab, sehingga diharapkan Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh bisa menjadi lokasi favorit untuk bersantap bersama keluarga, teman atau sahabat, menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar kongkow minum dan menjadi tempat pertemuan untuk obrolan ringan sampai membicarakan bisnis. Akhirnya, awal Mei 2010 kami berharap dapat melayani masyarakat Banda Aceh dengan baik, sehingga semakin kaya dengan pilihan kuliner nusantara. Tunggu kami di Banda Aceh….

Pembukaan AGF Grand Mal Bekasi

Ayam Goreng Fatmawati @ Textum Foodcourt Grand Mal Bekasi

Opening Ayam Goreng Fatmawati Grand Mal Bekasi

Jum’at, 2 April 2010 Ayam Goreng Fatmawati kembali membuka cabang di lokasi terbaru : Textum Foodcourt-Grand Mal Bekasi. Suasana foodcourt yang nyaman dengan paduan kursi dan sofa membuat foodcourt textum tidak seperti foodcourt pada umumnya. Layaknya sebuah restoran yang mengutamakan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang akan menikmati hidangan yang diberikan masing-masing outlet disana.

Ayam Goreng Fatmawati hadir di Textum sebagai salah satu brand yang dikenal luas masyarakat Bekasi dengan menu andalah Ayam goreng, sayur asem dan siop iga. Bagi yang tidak punya waktu merkunjung ke Lt. 4 Grand Mal Bekasi, kami melayani delivery service di nomor 021-864 9649 kami siap melayani delivery di Bekasi dan sekitarnya.

Setiap Masakan Ada Bumbu Sendiri Datang Dari Indonesia

Lagi, Ayam Goreng Fatmawati menjadi objek yang menarik untuk liputan majalah kuliner online di Malaysia. Jika sebelumnya Ayam Goreng Fatmawati cabang Damansara Perdana-Petaling Jaya-Kuala Lumpur-Malaysia ini diliput oleh Foodster, saat ini diliput “EATS” dengan tagline-nya “the good food guide”. Pak Januar-pun (franchisee) ikut nampang di majalah tersebut. Semoga berdampak baik bagi perkembangan Ayam Goreng Fatmawati di Malaysia. Berikut isi liputan tersebut :

MELIHAT papan tanda bertulis masakan asli Indonesia yang tertera pada papan tanda Restoran Ayam Goreng Fatmawati di Damsara Perdana, penulis mengagak masakan yang dihidangkan ialah sajian Padang.

Namun, apabila meneliti menu disenaraikan, ternyata sangkaan penulis jauh meleset. Tiada gulai lemak atau kerutuk seperti lazimnya dihidangkan di restoran masakan Padang.

Melayani Tamu

Melayani Tamu

Sebaliknya, antara sajian istimewa di restoran berkenaan ialah soto, ayam kampung, ikan bakar, sup iga (tulang rusuk) dan sup ekor.

Mendapatkan penjelasan lanjut daripada pemilik restoran, Januar Parlaungan, 33, baru penulis tahu restoran berkenaan meyajikan masakan Sunda.

Kebanyakkan masakan disediakan dalam set, misalnua set soto mengandugi soto ayam atau daging, emping dan pilihan teh O ais atau sirap.

Set ayam kampung pula disertkan taju dan tempe, set sup iga disertakan nasi, ulam, emping dan minuman manakala set bawal dilengkapi bawak bkar, nasi, tauhu dan tempe, sup kosong dan minuman.

Sebayak 34 menu masakan Sunda disediakan menerusi restoran berkonsep francais dari Indoensia itu. Setiap masakan mempunyai bumbu sendiri yang didatangkan dari cawangan restoran itu di Indnesia bagi mengekalan rasa dan standard di semua cawangan.

Pak Januar, The Owner

Pak Januar, The Owner

Januar turut menambah menu sate Maranggi, iaitu sate Sunda sebagai pilihan kepada pelanggan.

Walaupun tujuan membuka restoran masakan Sunda ialah memenuhi permintaan rang Indonesia yang mhukan masakan asli negara itu disini, kira-kira 80 peratus pelanggan adalah penduduk tempatan.

\”Ciri masakan Sunda adalah makanannya ringkas dan banyak menggunakan sos kacang (kuah kacang). Masakannya tidak pedas tetapi dimakan bersama sambnal selain dilengkapi ulam seperti timun, salad, kacang panjang dan kubis.

\”Di Indonesia, ulam lain seperti daun kemangi dan terung pipit turut menjadi kesukaan, tetapi restoran ini tidak menyediakan ulam itu kerana sukar didapati di sini,\” katanya.

Dibuka sejak September tahun lalu, cawangan Restoran Ayam Goreng Fatmawati pertama di negara ini turut menyediakan sup kosong bagi disesuaikan dengans elera tempatan. Restoran Ayam Kampung Fatmawati yang muka dibuka 23 tahun lalu kini mempunyai 60 cawangan.

\”Saya membuka restoran ini bersama rakan kongsi iaitu penduduk tempatan. Selepas sebulan membuka restoran ini, baru kami menyedari perlunya menyediakan sup kosong kerana ramai pelanggan beryanya, \’mana sup kosong\’?

\”Rupa-rupanya orang di sini gemar makan makanan disertakan kuah berbanding di sana yang lebg gemar makana tanpa kuah,\” katanya.

Dibuka dari jam 11.30 pagi hingga 10.00 malam, restoran ini menyediakan hidangan tengah hari, petang dan malam.

Menurutnyam antara menu popular ialah set soto yang sering dipesan pelanggan perempuan selain set ayam kampung bakar atau goreng, bawal bakar dan sup iga.

\”Soto dimakan bersama sambal bajak iairu sambal goreng campuran cili besar, dan cili padi, buah keras, daun salam dan serai. Kami turut menyediakan sambal kicap berdasaikan permintaan pelanggan. Ia diadun dengan potong cili padi, kicap, tom,ati dan bawang.

\”Selain itu, set ayam kampung ada dua pilihan samabal iaitu sambal bajak atau sambal belacan. Selain nasi kukus menjadi sajian dalam set pelanggan bolen memesan nasi timbel iaitu nasi yang dikukus dalam daun pisang. Rasa dan aroma daun pisang itu pasti membangkitkan selera,\” katanya.

Nasi putih kukus dijual dengan harga RM1.50 manakala nasi timbel RM2. Restoran itu turut turut menyajikan nasi goreng berharga RM5 dengan ramuan siap dari dapur berpusat restoran itu di Indonesia. Pelanggan boleh memilih sama ada nasi goreng ayam, makanana laut atau hati dan pedal. Jika mahukan semua campuran berkenaan yang juga dipanggil \’nasi goreng gila\’, mereka perlu menambah RM1.

Januar berkata, antara masakan Sunda lain ialah sayur asem iaitu masakan tradisional seperti \’bening\’ atau sayur rebus yang dibubuh labu, kacang panjang, kacang tanah, mangga muda dan jagung serta asam jawa dan bawang kecil. Bagaimanapun, menu ini kurang sesuai dengan selera masyarakat di sini.

Daftar Harga

Daftar Harga

Sumber : http://eats.emedia.com.my/review.php?id=192

Ayam Goreng Fatmawati : Konsep Restoran Bagus Buat Branding (dari majalah InfoFranchise)

Liputan Pada Majalah Info Franchise

Liputan Pada Majalah Info Franchise

Jakarta.majalahfranchise.com (Jan 29, 2010) -Jejaring waralaba Ayam Goreng Fatmawati sudah mulai beralih mengembangkan konsep restoran setelah sebelumnya berhasil dengan konsep foodcourt. Konsep restoran dinilai bagus dari sisi branding dibandingkan foodcourt. “Konsep restoran membuat konsumen lebih cepat mengenal brand Ayam Goreng Fatmawati ketimbang konsep foodcourt,” ujar Johan Wahyudi, S.TP, President Director PT Ayam Goreng Fatmawati Indonesia kepada majalah franchise.com hari ini. Ia mencontohkan, foodcourt Ayam Goreng Fatmawati yang ada di tiga lokasi pusat perbelanjaan kota Bandung. “Belum banyak yang kenal, mungkin dengan konsep restoran akan lebih bagus brandingnya di kota Bandung,” lanjut dia. Sejurus dengan pengembangan konsep restoran, konsep restoran Ayam Goreng Fatmawati hadir di kota Cirebon (07/01) di tepatnya di jalan Pemuda. Terbukti dengan konsep restoran, animo masyarakat Cirebon sangat besar terhadap kehadiran Ayam Goreng Fatmawati. (Alan Jehunat).

Sinergi PT. AGFI dengan Franchisee

Franchise semestinya merupakan satu bentuk kerjasama yang saling mengisi antara satu pihak dengan pihak lainnya. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia bersama partnernya, franchisee Darmadji group yang mengelola 5 outlet di Jakarta-Bogor dan Rifa’i Trading Company (RTC) yang membawahi 9 cabang di Jakarta. Lanjut membaca