Archive for the ‘ Kabar Franchise ’ Category

Hall a'la Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh

Hall a'la Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh

Setelah menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan pembukaan Ayam Goreng Fatmawati di Banda Aceh, tepatnya di Jl. Teuku Cik Di Tiro, depan Gedung Sosial-Banda Aceh, tanggal 15 April 2010 tim pembukaan beserta karyawan yang telah melalui masa training selama lebih dari satu bulan diberangkatkan.
Memang persiapan pembukaan AGF Banda Aceh ini relatif lama, karena PT. AGFI beserta Pak Mardiansyah, pengusaha muda belia asli Aceh. Kami salut dengan semangat beliau untuk kembali berkontribusi di daerah asalnya, setelah sekitar 4 tahun menjalani kuliah di Jakarta.
Hasilnya, tanah yang awalnya berupa kebun tak terurus di depan Gedung Sosial Banda Aceh disulapnya menjadi bangunan hall terbuka. Konsep restoran terbuka ini diinspirasi dari keterbukaan Ayam Goreng Fatmawati sebagai perusahaan franchise dari Bogor untuk menyesuaikan dengan gaya bersantap masyarakat Banda Aceh. Selain itu, konsep terbuka memungkinkan interaksi antar konsumen menjadi lebih akrab, sehingga diharapkan Ayam Goreng Fatmawati Banda Aceh bisa menjadi lokasi favorit untuk bersantap bersama keluarga, teman atau sahabat, menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar kongkow minum dan menjadi tempat pertemuan untuk obrolan ringan sampai membicarakan bisnis.
Akhirnya, awal Mei 2010 kami berharap dapat melayani masyarakat Banda Aceh dengan baik, sehingga semakin kaya dengan pilihan kuliner nusantara.
Tunggu kami di Banda Aceh….

Tags: , , , , ,

admin April 7th, 2010      No Comments »

Ayam Goreng Fatmawati @ Textum Foodcourt Grand Mal Bekasi

Opening Ayam Goreng Fatmawati Grand Mal Bekasi

Jum’at, 2 April 2010 Ayam Goreng Fatmawati kembali membuka cabang di lokasi terbaru : Textum Foodcourt-Grand Mal Bekasi. Suasana foodcourt yang nyaman dengan paduan kursi dan sofa membuat foodcourt textum tidak seperti foodcourt pada umumnya. Layaknya sebuah restoran yang mengutamakan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang akan menikmati hidangan yang diberikan masing-masing outlet disana.

Ayam Goreng Fatmawati hadir di Textum sebagai salah satu brand yang dikenal luas masyarakat Bekasi dengan menu andalah Ayam goreng, sayur asem dan siop iga. Bagi yang tidak punya waktu merkunjung ke Lt. 4 Grand Mal Bekasi, kami melayani delivery service di nomor 021-864 9649 kami siap melayani delivery di Bekasi dan sekitarnya.

Tags: , ,

admin April 6th, 2010      No Comments »

Lagi, Ayam Goreng Fatmawati menjadi objek yang menarik untuk liputan majalah kuliner online di Malaysia. Jika sebelumnya Ayam Goreng Fatmawati cabang Damansara Perdana-Petaling Jaya-Kuala Lumpur-Malaysia ini diliput oleh Foodster, saat ini diliput “EATS” dengan tagline-nya “the good food guide”. Pak Januar-pun (franchisee) ikut nampang di majalah tersebut. Semoga berdampak baik bagi perkembangan Ayam Goreng Fatmawati di Malaysia. Berikut isi liputan tersebut :

MELIHAT papan tanda bertulis masakan asli Indonesia yang tertera pada papan tanda Restoran Ayam Goreng Fatmawati di Damsara Perdana, penulis mengagak masakan yang dihidangkan ialah sajian Padang.

Namun, apabila meneliti menu disenaraikan, ternyata sangkaan penulis jauh meleset. Tiada gulai lemak atau kerutuk seperti lazimnya dihidangkan di restoran masakan Padang.

Melayani Tamu

Melayani Tamu

Sebaliknya, antara sajian istimewa di restoran berkenaan ialah soto, ayam kampung, ikan bakar, sup iga (tulang rusuk) dan sup ekor.

Mendapatkan penjelasan lanjut daripada pemilik restoran, Januar Parlaungan, 33, baru penulis tahu restoran berkenaan meyajikan masakan Sunda.

Kebanyakkan masakan disediakan dalam set, misalnua set soto mengandugi soto ayam atau daging, emping dan pilihan teh O ais atau sirap.

Set ayam kampung pula disertkan taju dan tempe, set sup iga disertakan nasi, ulam, emping dan minuman manakala set bawal dilengkapi bawak bkar, nasi, tauhu dan tempe, sup kosong dan minuman.

Sebayak 34 menu masakan Sunda disediakan menerusi restoran berkonsep francais dari Indoensia itu. Setiap masakan mempunyai bumbu sendiri yang didatangkan dari cawangan restoran itu di Indnesia bagi mengekalan rasa dan standard di semua cawangan.

Pak Januar, The Owner

Pak Januar, The Owner

Januar turut menambah menu sate Maranggi, iaitu sate Sunda sebagai pilihan kepada pelanggan.

Walaupun tujuan membuka restoran masakan Sunda ialah memenuhi permintaan rang Indonesia yang mhukan masakan asli negara itu disini, kira-kira 80 peratus pelanggan adalah penduduk tempatan.

\”Ciri masakan Sunda adalah makanannya ringkas dan banyak menggunakan sos kacang (kuah kacang). Masakannya tidak pedas tetapi dimakan bersama sambnal selain dilengkapi ulam seperti timun, salad, kacang panjang dan kubis.

\”Di Indonesia, ulam lain seperti daun kemangi dan terung pipit turut menjadi kesukaan, tetapi restoran ini tidak menyediakan ulam itu kerana sukar didapati di sini,\” katanya.

Dibuka sejak September tahun lalu, cawangan Restoran Ayam Goreng Fatmawati pertama di negara ini turut menyediakan sup kosong bagi disesuaikan dengans elera tempatan. Restoran Ayam Kampung Fatmawati yang muka dibuka 23 tahun lalu kini mempunyai 60 cawangan.

\”Saya membuka restoran ini bersama rakan kongsi iaitu penduduk tempatan. Selepas sebulan membuka restoran ini, baru kami menyedari perlunya menyediakan sup kosong kerana ramai pelanggan beryanya, \’mana sup kosong\’?

\”Rupa-rupanya orang di sini gemar makan makanan disertakan kuah berbanding di sana yang lebg gemar makana tanpa kuah,\” katanya.

Dibuka dari jam 11.30 pagi hingga 10.00 malam, restoran ini menyediakan hidangan tengah hari, petang dan malam.

Menurutnyam antara menu popular ialah set soto yang sering dipesan pelanggan perempuan selain set ayam kampung bakar atau goreng, bawal bakar dan sup iga.

\”Soto dimakan bersama sambal bajak iairu sambal goreng campuran cili besar, dan cili padi, buah keras, daun salam dan serai. Kami turut menyediakan sambal kicap berdasaikan permintaan pelanggan. Ia diadun dengan potong cili padi, kicap, tom,ati dan bawang.

\”Selain itu, set ayam kampung ada dua pilihan samabal iaitu sambal bajak atau sambal belacan. Selain nasi kukus menjadi sajian dalam set pelanggan bolen memesan nasi timbel iaitu nasi yang dikukus dalam daun pisang. Rasa dan aroma daun pisang itu pasti membangkitkan selera,\” katanya.

Nasi putih kukus dijual dengan harga RM1.50 manakala nasi timbel RM2. Restoran itu turut turut menyajikan nasi goreng berharga RM5 dengan ramuan siap dari dapur berpusat restoran itu di Indonesia. Pelanggan boleh memilih sama ada nasi goreng ayam, makanana laut atau hati dan pedal. Jika mahukan semua campuran berkenaan yang juga dipanggil \’nasi goreng gila\’, mereka perlu menambah RM1.

Januar berkata, antara masakan Sunda lain ialah sayur asem iaitu masakan tradisional seperti \’bening\’ atau sayur rebus yang dibubuh labu, kacang panjang, kacang tanah, mangga muda dan jagung serta asam jawa dan bawang kecil. Bagaimanapun, menu ini kurang sesuai dengan selera masyarakat di sini.

Daftar Harga

Daftar Harga

Sumber : http://eats.emedia.com.my/review.php?id=192

Tags: , ,

admin February 19th, 2010      No Comments »

Liputan Pada Majalah Info Franchise

Liputan Pada Majalah Info Franchise

Jakarta.majalahfranchise.com (Jan 29, 2010) -Jejaring waralaba Ayam Goreng Fatmawati sudah mulai beralih mengembangkan konsep restoran setelah sebelumnya berhasil dengan konsep foodcourt. Konsep restoran dinilai bagus dari sisi branding dibandingkan foodcourt.
“Konsep restoran membuat konsumen lebih cepat mengenal brand Ayam Goreng Fatmawati ketimbang konsep foodcourt,” ujar Johan Wahyudi, S.TP, President Director PT Ayam Goreng Fatmawati Indonesia kepada majalah franchise.com hari ini.
Ia mencontohkan, foodcourt Ayam Goreng Fatmawati yang ada di tiga lokasi pusat perbelanjaan kota Bandung. “Belum banyak yang kenal, mungkin dengan konsep restoran akan lebih bagus brandingnya di kota Bandung,” lanjut dia.
Sejurus dengan pengembangan konsep restoran, konsep restoran Ayam Goreng Fatmawati hadir di kota Cirebon (07/01) di tepatnya di jalan Pemuda. Terbukti dengan konsep restoran, animo masyarakat Cirebon sangat besar terhadap kehadiran Ayam Goreng Fatmawati. (Alan Jehunat).

Tags: , , ,

admin February 1st, 2010      No Comments »

Franchise semestinya merupakan satu bentuk kerjasama yang saling mengisi antara satu pihak dengan pihak lainnya. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia bersama partnernya, franchisee Darmadji group yang mengelola 5 outlet di Jakarta-Bogor dan Rifa’i Trading Company (RTC) yang membawahi 9 cabang di Jakarta. (more…)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

admin January 21st, 2010      4 Comments »

Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa barat, yakni Kota Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta – Cirebon – Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Karena letaknya yang sangat strategis yakni di persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan kota cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan baru, pendidikan. Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota METROPOLITAN ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland / kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung.

Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, Industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali Industri baik skala kecil, menengah, dan besar menanamkan modalnya di kota wali, Cirebon. Dengan didukung oleh banyaknya orang – orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1 juta orang, Menjadikan kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan – bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan – jalan utama kota Cirebon. (wikipedia.org)

Tepat hari Kamis, 7 Januari 2010, Ayam Goreng Fatmawati resmi dibuka di kota bersejarah ini. Tak hanya bersejarah bagi perkembangan kehidupan berbangsa dengan didirikannya kerajaan Cirebon, namun juga kota ini adalah kota kelahiran  Ibu Fatmawati founder Restoran Ayam Goreng Fatmawati.

Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon dibuka di Jl. Pemuda No. 49, jalan yang sangat padat dengan perkantoran berbagai instansi pemerintah maupun swasta, sehingga diharapkan Ayam Goreng Fatmawati dapat menjadi salah satu alternatif kuliner yang dapat diandalkan untuk memenuhi selera makan warga Cirebon.

Menempati sebuah rumah yang dirombak, namun tetap tidak menghilangkan suasana makan di rumah sendiri. Dilengkapi dengan lesehan dan mushola, Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan waktu makan malam bersama keluarga, rekan kerja atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman.

Bagi yang mendambakan makan masakan Ayam Goreng Fatmawati di rumah sendiri atau tidak ada waktu untuk meninggalkan meja kerja, tinggal dial 0231-246236 untuk delivery service.

Tags: , , , ,

admin January 8th, 2010      No Comments »

KOTA Sentani sebagai Ibukota Kabupaten Jayapura beberapa tahun terakhir ini menunjukan, pertumbuhan yang sangat pesat. Selain pertumbuhan penduduknya, perkembangan usaha ekonomi dan kepercayaan investor untuk mengembangkan usaha di Kota Sentani juga meningkat cukup tajam. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya ruko, dan satu mall terbesar besar Sentani City Square (SCS), yang bisa dikatakan lebih besar dari mall-mall yang ada di Ibukota Provinsi Papua, Kota Jayapura. Sejumlah usaha dan produk branded atau bermerk yang biasa ada kota-kota besar di Jawa, saat ini juga sudah mudah untuk di dapati di Kota Sentani. Masyarakat Papua, khususnya kota Jayapura, tak perlu jauh-jauh ke Jawa, hanya untuk membeli satu produk tertentu, karena hampir semua sudah bisa ditemukan di Sentani (Radar Timika).

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Sentani : Ujung Timur Indonesia

Setelah membuka cabang di Nangroe Aceh Darussalam, Bengkulu, Pontianak, Bali, Restoran Ayam Goreng Fatmawati (AGF) mengukuhkan diri sebagai restoran franchise yang bercita-cita dapat melayani seluruh masayarakat Indonesia dimanapun berada. Saat ini memang tak hanya penduduk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan kota-kota tersebut di atas. AGF kini hadir di Sentani City Square untuk melengkapi alternatif kuliner di Papua, terutama di Sentani dan sekitarnya. AGF hadir dengan pilihan menu masakan tradisional dengan cita rasa dan kualitas service standard service excellent.

Interior, furniture, lighting dan layout-pun kami design khusus untuk masyarakat Papua yang heterogen, mulai dari penduduk asli, pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ekspatriat yang merupakan professional di beberapa perusahaan besar di Papua dapat dengan nyaman menikmati menu-menu special AGF di Sentani City Square.

Kami berkeyakinan bahwa AGF dapat diterima dengan baik di Sentani. Karena itu, selain melayani konsumen yang datang langsung ke lokasi restoran, kami juga melayani jasa delivery order lewat nomor telpon ?0967-593 261. Jadi, jangan khawatir jika kesibukan di kantor tidak bisa ditinggalkan sementara, lantas kesempatan menikmati menu-menu AGF terlewatkan. Tinggal angkat telpon, sebutkan pesanan Anda, lalu kamipun meluncur ke lokasi untuk mengantarkan pesanan Anda.

Tags: , , , , ,

admin December 22nd, 2009      No Comments »

RT : Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan….

@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

@ Ayam Goreng Fatmawati, selamat makan...

“Kenyang, abis makan Ayam Goreng Fatmawati” Demikianlah status yang ditulis seorang customer Ayam Goreng Fatmawati dalam status-nya di media jejaring sosial UberTwitter berikut ini…

"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

"Kenyaang abis mkn Ayam Goreng Fatmawati"

Tags: , , , , ,

admin December 14th, 2009      No Comments »

Komentar Ibu Lia

Komentar Ibu Lia

Senin, 23 November 2009 adalah hari yang begitu membahagiakan bagi segenap keluarga besar Ayam Goreng Fatmawati. Bagaimana tidak, saat itu seorang Ibu Lia Noormanto dari Batam bercerita tentang begitu fanatiknya beliau terhadap masakan Ayam Goreng Fatmawati. Mulai dari diri sendiri, keluarga bahkan rekan kantor menjadi objek untuk diajak bersantap di Ayam Goreng Fatmawati yang saat ini ada tiga lokasi di Batam : Sukajadi, Nagoya Hill dan Mega Mal Batam. Dan yang terpenting, bukan hanya semata-mata berhasil mengajak, tetapi yang diajakpun merasa puas dengan masakan Ayam Goreng Fatmawati.

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Ajak Keluarga & Rekan Kerja

Karena peduli yang amat sangat terhadap Ayam Goreng Fatmawati Ibu satu ini rela juga memberikan masukan dan saran dengan dalih “demi kebaikan bersama”. Konsumen sepeti inilah yang dibutuhkan oleh sebuah usaha restoran, rtanpa pamrih merekomendasikan kepada orang lain (kata Hermawan Kartajaya, seperti ‘evangelist’), namun juga tidak lantas pergi begitu saja dan menyebarluaskan kepada teman-teman jika menemukan kekurangan. Beliau bersedia menjadi “friend” Ayam Goreng Fatmawati di Facebook, lalu menumpaahkan segala kritik dan keluhannya kepada kami, bukan kepada orang lain. Sungguh luar biasa dan sangat beruntungnya kami mempunyai konsumen seperti ibu Lia Noormanto ini.

Terima kasih Ibu Lia Noormanto atas kesetiaannya bersantap di AAyam Goreng Fatmawati dan kritik membangunnya. Semoga kita bisa maju bersama.

Tags: , , , ,

admin November 30th, 2009      No Comments »

Ayam Goreng Fatmawati dikenal dengan konsep “semi self service“-nya. Konsep ini terus kami pertahankan, walaupun perubahan-perubahan juga tetap kami lakukan tanpa menghilangkan konsep yang diyakini membuat konsumen lebih puas memilih sendiri makanannya seperti di rumah sendiri.

Dari bentuk rak dan keranjang, kini Ayam Goreng Fatmawati berkolaborasi dengan pengrajin gerabah di Klaten-Jawa Tengah untuk melakukan perubahan display, berkoordinasi dengan seniman Bali dan mengambil motif batik untuk dijadikan aksen dan bukti kecintaan terhadap budaya nasional, serta tentunya berkat bantuan arsitek dan interior designer menghasilkan tampilan resto dan foodcourt lebih segar, simple, uniq, useable dan menarik perhatian.

Innovasi tiada henti bagi Ayam Goreng Fatmawati, tunggu perkembangan lainnya dari kami.

Tags: , , , , ,

admin November 14th, 2009      No Comments »

Delicious Restaurant designed by Free Wordpress Themes | Wordpress Themes | Hosting und Webspace