Arsip Kategori: Service

Anak Muda (Eropa) pun Makan Ayam Goreng Fatmawati

Kita, warna negara Indonesia lebih sering terperangah dan terkagum-kagum dengan produk-produk luar negeri atau produk yang berbau eropa atau amerika. Tak heran jika menggunakan produk dengan merek tertentu menjadi salah satu cara untuk mendongkrak gengsi dan status sosial. Termasuk dalam hal makanan, restoran yang menjual roti dengan aneka topping a’la Italia, roti tumpuk yang dibawa dari Amerika sering menjadi sasaran tempat nongkrong anak muda Indonesia.
Pilih Menu Dulu

Pilih Menu Dulu

Namun setelah melihat fenomena yang terjadi di Bandung Indah Plaza pada hari Senin, 1 November 2010 lalu, harusnya kita mulai berkaca diri “Apakah benar gaya hidup yang kita jalankan saat ini?” Ya, ketiga mahasiswa pertukaran ini bersama dengan dua orang temannya sekaligus guide masuk ke area foodcourt BIP. Setelah keliling melihat menu-menu yang disediakan di setiap outlet foodcourt yang jumlahnya puluhan, akhirnya si bule memilih Ayam Goreng Fatmawati.
Bule Aja Makan Ayam Goreng Fatmawati

Bule Aja Makan Ayam Goreng Fatmawati

Bukan hanya itu, sambil menikmati makanan yang dipesannya mereka berkomentar kepada kedua orang guide-nya bahwa makanan yang mereka santap uenak sekali. Lihat saja tempe yang digigit dengan lahapnya. Inilah yang patut ditiru dan diteladani sebagai gaya hidup, kembali pada alam, kembali pada makanan trandisional yang tak diragukan lagi rasa dan keamanan dalam jangka panjang-nya. Berani meniru mereka untuk makan di Ayam Goreng Fatmawati?

Testimoni : Ayam Goreng Fatmawati (Jalan Tamar no.1)

Testimoni Konsumen AGF Jl. Tamar No. 1 Pontianak

Testimoni Konsumen AGF Jl. Tamar No. 1 Pontianak

Ini lagi di ayam goreng fatmawati di Jalan Tamar (deket somay bandung tau dibelakang kantor walikota ) sambil online gratis , yang saya suka disini karena maknyus ayam goreng kuning (Bumbunya meresap banget ) dan sayur asemnya ….Sering sih makan disana, pas awal makan sana 3 bulan lalu penyajiannya masih agak lama (mungkin karena masih baru dan rame  tapi sekarang udah cepet(salut)…, Resto ini sistemnya semi prasmanan dimana pembeli bisa memilih dan mengambil sendiri makanan yang diinginkan, tetapi kalo ga pengen milih tinggal duduk aja ntr pelayannya datang sdr.., Makanan disana enak and murah bgt…tersedia ayam kampung and ayam boiler.., yang buat saya sering kesana ya selain karena ada hotspot gratisnya , harga makanannya itu loh…murah meriah dibandingkan restorant sejenis seperti alila, pondok ale-ale, maupun wong solo…, Karena dah sering makan sana jadi hapal deh harganya, ampe kenel ma mbak supervisornya,.., ini rincian harga nya (Mumpung ini buku menu disamping meja gua,embat aza ..) : # Ayam Boiler :
  1. Ayam Boiler Goreng / Bakar 10.000

# Ayam Kampung (untuk ukuran ayam kampung trmasuk murah, krn dianeka rasa dan suib 15 rebu) :

  1. Ayam Goreng Kuning 13.000
  2. Ayam Goreng Pedas 13.000
  3. Ayam Bakar 13.000

Paket-paket yang ada :

  1. Paket Ekonomis (ayam boiler) –> 13.00 ( Nasi, ayam boiler, sambal, lalap)
  2. Paket Ayam Boiler —> 15.00 ( nasi, ayam, sayur asam, sambal, lalapan, teh es)
  3. Paket Ayam Kampung —-> 18.00 ( Ayam Kuning/pedas/bakar, nasi, lalapan, sambal, sayur asam, teh es
  4. Paket timbel Boiler —-> 20.000 ( ayam boiler, sayur asem, lalapan, sambal, tahu, tempe, ikan asin , teh botol )
  5. Paket Timbel Kmapung —> 22.00 ( Ayam kampung, sayur asem, lalapan, sambal, tahu, tempe, ikan asin, teh botol )
  6. Paket Soto Ayam —> 18.00 ( Soto ayam, nasi, perkedel kentang, emping, teh botol )

Anek gorengan dan menu lain :

  1. Oseng kangkung : 6000
  2. Oseng Toge : 6000
  3. Batagor : 12.000
  4. Siomay : 12.000
  5. Ikan bawal 2 ons : 20.000 ( ditempat lain 1 ons sudah 15 ribu )
  6. Perkedel : 2.000
  7. Tahu : 2.000
  8. Tempe : 2.000
  9. Lumpia : 3.000
  10. Bakwan Udang : 3.000
  11. Bakwan Jagung : 3.000
  12. Nasgor & Mie gor : 12.000

Aneka sop :

  1. Sayur asem : 5.000
  2. Soto Ayam : 12.000
  3. Soto Betawi : 15.000
  4. soto Bandung : 15.000
  5. Buntut :20.000
  6. Iga : 20.000

Masih banyak lg ada aneka pepes, dll (cape ketiknya panjang ), Ya sekian dulu dari saya refrensinya..karena ini masakan asli indonesia maka harus kita lestarikan…, pelayanan juga udah mulai mantep kadang datang rame2 ma temen mesen teh es doank sambil hotspot gratis juga dilayanin dgn baik…..Semoga kuliner Kalbar makin mantap terus deh…, Buat yang minta foto penampakannya ntr aja ya..ga bawa kabel data..

Sinergi PT. AGFI dengan Franchisee

Franchise semestinya merupakan satu bentuk kerjasama yang saling mengisi antara satu pihak dengan pihak lainnya. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia bersama partnernya, franchisee Darmadji group yang mengelola 5 outlet di Jakarta-Bogor dan Rifa’i Trading Company (RTC) yang membawahi 9 cabang di Jakarta. Lanjut membaca

Berubah Tampilan

inovasi

inovasi

Dalam dunia bisnis, inovasi adalah sebuah keniscayaan. Perusahaan yang tidak melakukan inovasi lambat laun akan dimakan oleh kompetitornya yang bahkan pendatang baru. Ayam Goreng Fatmawati sebagai restoran yang beroperasi sejak 1986 di Bogor dan mulai difranchisekan sejak tahun 2000 dibawah bendera PT. Ayam Goreng Fatmawati Indoensia terus melakukan inovasi dalam upaya memenangkan persaingan.

Ayam Goreng Fatmawati terus melakukan pengembangan produk, penyempurnaan standar pelayanan dan up selling skill, metode training dan lain-lain. Dalam bulan November 2009 ini. kembali Ayam Goreng Fatmawati melakukan pengembangan, kali ini yang jadi titik pengembangan adalah tampilan outlet. Menurut teori, tampilan outlet yang menarik akan berpengaruh terhadap jumlah prospek/calon konsumen. Sebagai suatu sistem yang terintegrasi, perubahan tampilan outlet ini didukung pula dengan kemampuan “up selling skill” para karyawan yang telah dipersiapkan pada pertengahan tahun 2009 yang lalu. Dengan “up selling skill” yang baik, tentunya prospek yang semakin banyak ini akan juga lebih banyak yang dapat dikonversi menjadi customer yang melakukan pembelian.

Tentunya program ini adalah hasil kerja keras antara franchisor dan franchisee beserta seluruh jajaran karyawannya. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat.

Mangga Dua Mal

Mangga Dua Mal

Medan-Bandung Dijajal, Demi Ayam Goreng Fatmawati

Petikan percakapan antara Admin Facebook Ayam Goreng Fatmawati (http://www.facebook.com/home.php#/profile.php?id=1752889818&ref=ts) dengan Pak Aris (http://www.facebook.com/profile.php?id=1602057115) yang tinggal di Medan.

Profil Pak Aris

Profil Pak Aris

* Aris : Aduh enaknya hidangan ayam goreng fatmawati… ya sabar menanti lah wong medan, ntar di Bandung ajala makan sepuas-puasnya * Ayam :sering ke Bandung Pak? * Aris : sebulan 1 x om * Ayam :asyik dong pak, sebulan sekali mampir ke AGF di BSM, IP & BIP 🙂 Kpn mulai coba Ayam Goreng Fatmawati Pak? * Aris : lha emang.. klo turun dari Prima Jasa (Jurusan : Bandara Soekarno Hatta – Bandung, red) enaknya ya singgah dulu makan ayamgorengnya, kog pas gitu ya enaknya truz macem pake candu.. * Aris : slalu ketagihan, ayam goreng fatmawati tdk termasuk dalam salah satu jenis Physicotropica kan? * Ayam : hahahah…pastinya tdk dong…. * Ayam : trus klo pulang lg ke Medan, sblum masuk bandara, makan dl di central stair terminal 1A (Ayam Goreng Fatmawati lagi ya….? * Aris : nah.. yang itu yang ga’ dilakui om, tapi bisa aja ntar jadi catatan diagenda he..he.. * Ayam : bisa tuh…, kan sblm ‘kecanduan’-nya dateng pas sebulan di Medan * Aris : Ok.. bisa diatur om… selamat bekerja ya…. * Ayam : sama2 pak

Terima kasih Pak Aris atas setiap kunjungan dan santapan Pak Aris di Ayam Goreng Fatmawati di cabang manapun.

Sales Script Training

Anda menonton “Bosan Jadi Pegawai” yang ditayangkan Minggu, 24 Mei 2009 pukul 12.00 di TransTv? Yang menjadi perhatian saya adalah saat sang karyawan yang belum tahu mengenai seluk beluk mengenai produk (product knowledge) diminta untuk bertemu customer yang butuh informasi mengenai spesifikasi produk, waktu pelaksanaan order dan lain-lain. Kontan sang karyawan yang bercita-cita jadi entrepreneur tersebut tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat dan akhirnya tidak terjadi deal antara calon konsumen dengan sang karyawan.

Dalam setiap proses penjualan pastikan sales mempunyai product knowledge yang mumpuni untuk menjelaskan produknya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan calon konsumen. Beberapa perusahaan menyusun daftar pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan yang lebih dikenal sebagai FAQ (Frequently Asked Question), ada pula yang sampai dijabarkan kedalam Sales Script. Sales Script disusun karena kegiatan tersebut dianggap rutin, maka sales dianggap harus secara otomatis menjwab pertanyaan-pertanyaan yang kerap diajukan dan sudah tahu jawabannya, tidak ada jeda waktu berfikir, sehingga sales dapat menyelesaikn permasalahan di lapangan dengan lancar dan mengalir begitu saja, walaupun sebenarnya telah disusun Sales Script-nya.

PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia memandang perlu adany panduan mengenai hal ini, karena itu diperlukan tools yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan negosiasi dan menutupnya dengan transaksi. Tools itu antara lain :

  • Product Knowledge, sebagai dasar pengetahuan mengenai produk dan jasa yang akan dijual.
  • Frequently Asked Question, sebagai short cut (jalan pintas) untuk menjawab pertanyaan customer, sehingga kita mempunyai jawaban atas pertanyaan yang belum ditanyakan customer.
  • Sales Script, untuk memperlancar komunikasi, meningkatkan nilai transaksi setiap kedatangan dan meningkatkan loyalitas customer.
Sales Script Training

Sales Script Training

Antuas Peserta Sales Script Training

Antuas Peserta Sales Script Training

Training Sales Script bagi seluruh karyawan restoran dan foodcourt Ayam Goreng Fatmawati telah dilaksanakan dengan sukses pada hari Rabu, 20 Mei 2009 di Ruang Training-Bantarjati, Kota Bogor.

Buffet Ala Ayam Goreng Fatmawati

Tak ada rotan akarpun jadi…Apa hubungannya dengan buffet ala ayam goreng fatmawati? Konsumen di salah satu cabang Ayam Goreng Fatmawati akan mengadakan acara kantor dan mereka sepakat menginginkan hidangan makanan Ayam Goreng Fatmawati. Jadi dimana masalahnya? Permasalahannya konsumen tersebut menginginkan makanan disajikan dengan sistem prasmanan dan acara dilakukan di tempat gerai tersebut. Jadi masalahnya apa lagi? Masalahnya gerai Ayam Goreng Fatmawati tersebut bukan berupa restoran tetapi terletak di foodcourt dan tidak ada tempat yang memadai untuk acara tersebut yang tentunya agak sulit bila menyajikan ala buffet. Tetapi berkat kerja sama antara karyawan Ayam Goreng Fatmawati dengan pengelola foodcourt akhirnya keinginan konsumen tersebut dapat dikabulkan. Bagaimana jadinya ditengah keramaian foodcourt, acara tersebut bisa dilaksanakan? Jadilah area meja buffet diberi batas seperti ”police line” agar pengunjung mall yang bukan karyawan kantor tersebut tidak nyelonong berpartisipasi mengambil hidangannya. Dan tentunya ada pengawasan dari karyawan Ayam Goreng Fatmawati. Akhirnya buffet ala Ayam Goreng Fatmawati berjalan lancar, tak ada kata tak bisa, tak di restoran di foodcourt pun jadi….

Meningkatkan Keuntungan Restoran

Hampir dalam setiap presentasi mengenai peluang franchise Ayam Goreng Fatmawati saya selalu menyampaikan tahapan pencapaian restoran Ayam Goreng Fatmawati dalam kaitannya dengan upaya memperbesar keuntungan, sebagai berikut :
  1. Menjaga kualitas makanan dan service Pada prinsipnya brand Ayam Goreng Fatmawati sudah cukup kuat dibandingkan brand lainnya yang mengusung masakan tradisional, jika lokasi AGF di foodcourt, sehingga sering menjadi pilhan bagi calon konsumen. Pada bulan-bulan pertama restoran beroperasi, omset yang datang adalah murni dari pengunjung restoran/outlet yang datang. Sehingga upaya yang perlu dilakukan adalah menjaga kualitas makanan dan kualitas service. Dua faktor ini adalah penentu kesuksesan bagi bisnis jasa restoran untuk tetap bertahan dan mendapatkan penjualan dengan baik. Tingkat peningkatan omset cenderung lambat, karena sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan daya tarik lokasi (pusat perbelanjaan, design restoran, suasana yang nyaman, dll) untuk menarik orang, sehingga diantara pengunjung yang datang kita bisa mengharapkan sebagian berkunjung dan bersantap di Ayam Goreng Fatmawati. Dengan kondisi demikian, secara otomatis pertumbuhan laba juga akan cenderung dibatasi oleh kemampuan daya tarik lokasi tersebut. Satu-satunya yang bisa diharapkan untuk menarik orang mampir di restoran adalah rekomendasi dari customer yang puas dengan makanan dan service yang mereka terima. Dan promosi semacam word of mouth inilah yang paling efektif, walaupun jika belum dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat sedikit.
  2. Efisiensi dan cost control Tahap kedua setelah menjaga kualitas makanan dan service, upaya untuk meningkatkan laba adalah dengan menilik kembali ke dalam operasional restoran. Efisiensi dalam penggunaan fasilitas Efisiensi bukan berarti tidak boleh menggunakan fasilitas restoran seperti ; telpon, listrik, air, gas dll, untuk kelancaran operasional restoran. Namun penggunaannya harus dikontrol supaya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Kasus yang sering ditemui adalah sebagai berikut : ? Penggunaan telpon untuk kepentingan restoran, tapi tidak berbicara langsung kepada kepentingan dan cenderung ?ngobrol?, atau bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi. ? Pencuci piring lupa menutup kran setelah selesai mencuci, atau kran sedikit terbuka. ? Kompor dibiarkan menyala dengan api besar saat tidak dipergunakan untuk memasak
  3. ? Pada saat restoran tutup, lampu lupa dimatikan Analisa kemungkinan-kemungkinan terjadinya kebocoran : ? Pembelian. Apakah harga pembelian sudah reasonable dengan kuantity yang tepat sesuai dengan order?Apakah bahan baku yang telah dibeli dipisahkan antara kebutuhan customer dengan kebutuhan catering karyawan (jika disediakan catering dari dalam)? ? Stock Control Analisa apakah ada kejanggalan dalam pencatatan stock ? Apakah ada makanan waste yang tidak masuk akal? Jika terjadi waste yang berlebihan, berarti kurang tepat dalam memprediksi kebutuhan restoran, sehingga bahan baku berlebihan dan tidak terjual. ? Cocokan captain order, transaksi pada mesin cash register atau Point Of Sales System, Stock barang dan uang cash yang ada. Dengan adanya efisiensi, walaupun penjualan belum meningkat, namun diharapkan dari sisi biaya bisa diminimalkan, sehingga rasio antara biaya dengan penjualan bisa ditekan yang pada akhirnya bisa meningkatkan laba.
  4. Promosi Dalam semua industri baik produk maupun jasa, memerlukan marketing, promosi dan sales untuk terus dapat mempertahankan kelangsungan operasional dan memperoleh keuntungan dari operasional perusahaan. Dalam industri jasa restoran, paling tidak ada 3 (tiga) tujuan utama dilakukannya promosi, antara lain : Meningkatkan tingkat kunjungan customer terhadap restoran, Meningkatkan penjualan melalui delivery order serta memperbesar peluang untuk mendapatkan pesanan buffet dari customer corporate yang telah loyal. Meningkatkan tingkat kunjungan Salah satu tujuan dari promosi adalah untuk memperkenalkan keberadaan restoran yang kita kelola terhadap masyarakat, memberikan keterangan mengenai menu yang disediakan dan jenis layanan yang disediakan oleh suatu restoran terhadap customernya yang meliputi dine in, take away, delivery order sampai dengan buffet. Restoran Ayam Goreng Fatmawati sering dianggap sebagai restoran yang hanya menyediakan masakan olahan ayam, padahal sebenarnya Ayam Goreng Fatmawati merupakan restoran masakan Indonesia yang menyediakan berbagai olahan ayam, daging sapi, seafood, gorengan, aneka pepes, aneka sop dan sayuran, lalap dengan aneka sambal dan masih banyak menu special lainnya seperti nasi bakar. Karena itu, perlu komunikasi kepada calon customer mengenai berbagai keunggulan ini sehingga calon customer tertarik untuk datang ke lokasi restoran. Menggarap delivery order Delivery order makanan tradisional Indonesia mempunyai potensi yang sangat bagus untuk dijalankan setiap hari, karena pada umumnya orang Indonesia tidak akan merasa bosan makan makanan Indonesia setiap hari, apalagi variasi menu yang dimiliki Ayam Goreng Fatmawati cukup beragam. Oleh karena itu, dengan menjemput bola melalui sales call ke perkantoran, perumahan, apartemen dll, memperbesar memungkinkan adanya peningkatan penjualan melalui delivery order.
    Buffet Perkantoran yang cukup berkelas biasanya meminta kepada penyedia jasa makanan untuk menyediakan buffet (prasmanan) di kantornya, sehingga konsep delivery order tidak lagi dapat dipenuhi. Oleh karena itu, untuk beberapa client pelanggan jasa delivery yang minta untuk disediakan buffet, Ayam Goreng Fatmawati bisa memodifikasi layanan dengan metode ini untuk memenuhi kebutuhan customer tanpa harus mengorbankan konsep Ayam Goreng Fatmawati sebagai restoran.
Jika kesemua program dijalankan dengan baik, niscaya pendapatan restoran tidak ada hentinya. Akhirnya omset meningkat dan labapun meroket.