Arsip Kategori: Relationship

Demo Masak @ Bellanova Country Mall

Memasak memerlukan keahlian khusus untuk menghasilkan masakan yg bercitarasa tinggi. Karena itu, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia sebagai pemilik merek dagang sekaligus franchisor restoran dan foodcourt Ayam Goreng Fatmawati menganggap perlu berbagi tips dan cara pengolahan makanan yang baik, sehat sekaligus mengundang selera makan keluarga.

Demo Masak Bellanova

Demo Masak Bellanova

Bersyukur, atas kerjasama yang baik dari PT. AGFI dengan Bellanova Country Mall-Sentul dan PT. Sinar Sosro kami bisa berbagi ilmu, keterampilan memasak, tips dan trik dalam mengolah makanan dengan baik. Tepatnya hari Minggu, 10 Mei 2009, disaat masyarakat kebanyakan menikmati liburan dengan keluarga, kami bertekad untuk menjadi pengisi liburan tersebut.

Interaktif Peserta Demo Masak

Interaktif Peserta Demo Masak

Demo masak ini diselenggarakan di tempat yang tepat, karena lingkungan sekitar Bellanova adalah perumahan elit yang nota bene penghuninya hampir dapat dipastikan tidak memiliki banyak waktu untuk menyediakan masakannya sendiri. Tapi dengan “Memasak Asyik dan Praktis” ini, kami yakin mereka dapat memberikan sentuhan kehangatan pribadi ibu rumah tangga dalam setiap masakannya untuk keluarga.

Jika Anda berminat menyelenggarakan acara serupa, bisa undang kami untuk hadir di acara yang Bapak/Ibu selenggarakan. Hubungi 0251-8347 620 dengan Bpk. Firman untuk mengatur jadwal pelaksanaannya.

Sharing antar Franchisee

sharing-franchisee Baru saja selesai pertemuan yang dinakhodai Bpk. Firman sebagai marketing manager PT. AGFI dengan Ibu Yenti dan Ibu Helen sebagai franchisee Ayam Goreng Fatmawati. Selain sosialisasi rencana program promosi bersama Indomaret dan program kerjasama dengan PT. Sinar Sosro, pertemuan kali ini dimanfaatkan pula untuk sharing pengetahuan dan pengalaman selama mengelola restoran Ayam Goreng Fatmawati. Kenny, tim supervisor AGF Bogor Trade Mal (BTM) dan Ekalokasari mengutarakan beberapa permasalahan yang dihadapi selama bertanggung jawab sebagai supervisor kedua AGF yang dikelolanya. Gayung bersambut, tanpa diminta oleh pihak PT. AGFI, Ibu Yenti seorang franchisee AGF yang telah delapan tahun bergabung dengan AGF dan telah banyak mencicipi asam garam pengelolaan AGF memberikan penjelasan dengan sangat gamblang, sederhana, mengena dan aplicable serta tidak disadari bahwa permasalahan sebenarnya yang dihadapi Kenny adalah memonitor dan memastikan penerapan SOP supaya berjalan dengan baik. Begitu banyaknya yang didiskusikan dan dijelaskan oleh Ibu Yenti, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13.00. Akhirnya kami sepakat mengakhiri pertemuan ini dengan hasil yang didapat oleh masing-masing pihak berupa solusi yang sangat berharga. Semoga forum ini bisa terus berlanjut dan berkembang menjadi lebih besar.

Komunikasi Murah dengan Customer

Hermawan Kartajaya dalam “Marketing in Venus” pernah menulis bahwa konsumen di bumi ini sudah mulai emosional dalam menjatuhkan pilihan pada produk-produk kebutuhannya. Akhir tahun 2008 Hermawan Kartajaya berdasarkah hasil riset bersama tim-nya di MarkPlus menyimpulkan bahwa saat ini komsumen telah benar-benar emosional. Dalam “New Wave Marketing” Hermawan Kartajaya melukiskan bahwa saat ini setiap customer bisa mengekspresikan dirinya dengan sebebas-bebasnya. Pendapat ini didukung pula oleh Yuswohadi (masih dari MarkPlus) dalam bukunya “CROWD” yang menyatakan konsumen saat ini semakin narsis, semakin ingin dianggap beda, diperlakukan beda, punya jati diri sendiri, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai trend, tetapi crowd. Salah satu kebebasan berekspresi itu adalah melalui media internet. Siapa yang tidak kenal friendster, facebook, multiply, blogger, wordpress dll. Dalam media pertemanan, media mengekspresikan diri tersebut orang berlomba-lomba untuk menampilkan jatidirinya. Saya pengguna friendster dan multiply dan saya banyak mengunggah foto-foto saya ke dalamnya sebagai tanda bahwa ini loh tampang saya. Bahkan, supaya orang tahu bahwa saya pernah pergi ke luar negeri, segaja saya pasang foto saya saat diapit dua gadis Korea berbusana tradisional. Saya sudah sangat narsis. Lalu, apa dampaknya bagi bisnis yang kita kelola, misalnya bisnis restoran yang saat ini saya geluti? Banyak sekali, pujian, review, komentar, saran, keluhan/complain dll banyak sekali yang tanpa tendeng aling-aling bahkan disampaikan dengan kalimat yang lugas di media internet. Semua seakan tanpa border, kejadian hari ini di restoran yang berada di Bali bisa langsung diketahui oleh pengguna internet di Jakarta misalnya. Lalu, bagaimana bentuk ekspresi yang dikeluarkan oleh customer kita? Sangat beragam….Coba tilik beberapa halaman website berikut ini dan anda bisa menilai betapa powerfull media internet sebagai sarana propaganda kebaikan maupun keburukan dari banyaknya komentar. 1. Komentar customer AGF Teuku Umar Bali di sweetrabbit.wordpress.com/2009/01/15/ayam-goreng-fatmawati/, 2. Rekomendasi AGF Blok M Plaza di http://elokdyah.multiply.com/reviews/item/9 3. Pengalaman service yang lama di AGF Ekalokasari Bogor di blog http://eljomblo.co.cc/hanugrah/5-sehat-6-bencana, dan masih banyak lagi yang lainnya Adalah langkah yang sangat progresif yang dilakukan Pak Setiawan, franchisee Ayam Goreng Fatmawati dari Bali yang telah meluncurkan http://fatmawati-bali.com (Terima kasih & Penghargaan untuk Pak Setiawan) sebagai salah satu media komunikasi dengan pelanggannya. Komunikasi dengan customer memang harus terus dikembangkan melalui media yang sangat murah ini (internet), walaupun di beberapa lokasi mungkin saya hanya sebagian kecil customer yang memiliki akses internet. Misalnya pada blog MyFatmawati (http://myfatmawati.blogspot.com/2008/11/menu-ayam-goreng-fatmawati-tak-ada_24.html) yang memuat cara mengkonsumsi Ayam Goreng Fatmawati dengan cara Kamu Sendiri. Disini kami memancing customer untuk membuat kreasi kombinasi menu mereka sendiri, dengan harapan agar mereka tidak bosan datang dan bersantap di Ayam Goreng Fatmawati. Bukankah ini “Diputer-Dijilat-Dicelupin” a’la Ayam Goreng Fatmawati dan cara melibatkan konsumen dalam proses bisnis itu sendiri? Akhirnya apapun isinya, complain maupun bentuk kepuasan yang dicurahkan dalam internet ini, akan memudahkan kita sebagai pengelola untuk mengambil keputusan dan jalan terbaik bagi kepuasan konsumen.